kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Sampai September 2019, pembiayaan PNM melesat 84,17%


Kamis, 24 Oktober 2019 / 20:19 WIB
Sampai September 2019, pembiayaan PNM melesat 84,17%
ILUSTRASI. Sejumlah pelaku UMKM mengikuti sosialisasi pembiayaan yang diselenggarakan oleh Permodalan Nasional Madani (PNM) Makassar di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (1/6). Sampai September 2019, pembiayaan PNM meningkat 84,17% menjadi Rp 15,79 triliun.

Reporter: Ahmad Ghifari | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembiayaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melesat tahun ini. Sampai September 2019, pembiayaan PNM meningkat 84,17% menjadi Rp 15,79 triliun.

Rinciannya, pembiayaan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) sebesar Rp 2,8 triliun hingga September 2019 atau tumbuh 1,38% dengan periode sama tahun lalu sebesar Rp 2,7 triliun. Sedangkan pembiayaan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) hingga September 2019 mencapai Rp 12,98 triliun atau tumbuh 123,65% bila dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 5,8 triliun.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan, pertumbuhan pembiayaan berkat penambahan kantor cabang baru Mekaar dan ULaMM. "Pertumhuhan ini dipengaruhi oleh peningkatan produktivitas jaringan kantor yang kami miliki," kata Arief kepada Kontan.co.id, Kamis (24/10).

Baca Juga: Gandeng PNM IM, PT Pos Indonesia terbitkan MTN sebesar Rp 300 miliar

Adapun jumlah jaringan kantor PNM hingga September 2019 sebanyak 2.792 unit. Jumlah tersebut terbagi atas ULaMM sebanyak 628 unit kantor atau tumbuh 0,80% dari September 2018 yang sebanyak 623 unit kantor. Sementara Mekaar, hingga September 2019 sebanyak 2.164 unit kantor atau tumbuh 23,16% bila dibandingkan September 2018 sebanyak 1.757 unit kantor.

Adapun total outstanding pembiayaan PNM per September 2019 senilai Rp 15,89 triliun, atau tumbuh 55,43% yoy. Jumlah tersebut terbagi atas ULaMM yang mencatatkan total outstanding sebesar Rp 6,6 triliun atau tumbuh 23,66%. Sementara pembiayaan Mekaar hingga September 2019 mencatatkan total outstanding sebesar Rp 9,2 triliun atau tumbuh 90,62%.

Meskipun jumlah penyaluran pembiayaan dan outstanding terus naik, PNM mampu menjaga kualitas pembiayaan. Hal ini tergambar dari rasio pembiayaan bermasalah atau rasio kredit macet (Non Performing Loan/NPL) yang terus membaik. Pada September 2018, NPL gross pada posisi 1,81%. Rasio NPL ini terus ditekan hingga menjadi 1,57% per September 2019.

Baca Juga: Masuk kanal digital, PNM kembangkan aplikasi PNM Digi

Selain itu, hingga September 2019 jumlah nasabah PNM melonjak 47,63% secara yoy dari 3,6 juta nasabah menjadi 5,4 juta nasabah. Nasabah ULaMM mencapai 72.612 nasabah hingga September 2019. Jumlah tersebut tumbuh 9,32% secara yoy yang mencapai 66.419. Sedangkan nasabah Mekaar sudah mencapai 5,34 juta nasabah hingga September 2019 atau tumbuh 48,34%.

Wijayandaru, Kepala Bagian Corporate Communication mengatakan, sebenarnya pencapaian jumlah nasabah sudah melebihi target PNM di awal tahun.

"Namun sesuai dengan keinginan pemerintah, maka target ini bertambah dari 4,5 juta menjadi 6 juta untuk nasabah Mekaar sedangkan 78.000 untuk nasabah ULaMM pada pada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) pada 2019," kata Wijayandaru kepada Kontan.co.id, Kamis (24/10).

Baca Juga: Permodalan Nasional Madani (PNM) akhirnya memiliki unit usaha syariah




TERBARU

×