Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Instrumen Surat Berharga Negara (SBN) mendominasi penempatan investasi industri asuransi jiwa pada semester I-2026.
Ketua Bidang Keuangan, Permodalan, Investasi, dan Pajak AAJI Meylindawati Tjoa mengatakan, penempatan investasi industri asuransi jiwa di instrumen SBN pada semester I-2026 mencapai Rp 251,64 triliun.
"Nilainya meningkat 12,8%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," ungkapnya dalam konferensi pers AAJI di Jakarta Selatan, Senin (31/9).
Baca Juga: Total Polis Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 7,7% pada Semester I-2026
AAJI mencatat SBN berkontribusi sebesar 44% terhadap total investasi industri yang mencapai Rp 564,42 triliun pada semester I-2026. Adapun porsinya meningkat jika dibandingkan capaian pada semester I-2025 yang sebesar 40%.
Meylindawati mengungkapkan, penempatan pada SBN mencerminkan komitmen industri dalam menjaga stabilitas portofolio, sekaligus turut berkontribusi pada pembiayaan pembangunan pemerintah.
Tak cuma terpaku pada instrumen SBN, dia bilang industri tetap mempertahankan diversifikasi portofolio melalui instrumen saham, deposito, reksadana, sukuk koperasi, bangunan tanah, hingga penyertaan langsung.
Secara rinci, AAJI mencatat, instrumen saham masih menjadi salah satu pilihan utama industri asuransi jiwa. Adapun penempatan investasi asuransi jiwa terbesar kedua berada di instrumen saham dengan nilai Rp 101,56 triliun pada semester I-2026.
Nilai penempatan investasi di saham menurun 16,4%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Adapun kontribusinya sebesar 18% terhadap total investasi industri.
Selanjutnya, penempatan investasi asuransi jiwa terbesar ketiga di instrumen reksadana dengan nilai Rp 68 triliun pada semester I-2026. Nilainya turun tipis 0,2%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Kontribusinya sebesar 12% terhadap total investasi.
Penempatan investasi asuransi jiwa terbesar keempat di instrumen sukuk korporasi dengan nilai Rp 57,57 triliun. Nilai itu meningkat 8,1%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu. Adapun kontribusinya sebesar 10% terhadap total investasi.
Baca Juga: Kredit Perbankan Tumbuh Double Digit, OJK Lihat Peluang Asuransi Kredit Terbuka
Posisi kelima ditempati instrumen deposito dengan nilai Rp 31,36 triliun pada semester I-2026. Nilainya menurun 7%, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun kontribusinya sebesar 6% terhadap total investasi. Sisanya, asuransi jiwa menempatkan investasi di instrumen penyertaan langsung, bangunan dan tanah, serta instrumen lainnya.
Melihat komposisi itu, Meylindawati mengatakan hal tersebut menunjukkan bahwa industri memperkuat porsi instrumen yang relatif stabil, tetapi tetap menjaga diversifikasi dalam konteks industri asuransi jiwa yang memiliki kewajiban jangka panjang. Dia bilang diversifikasi menjadi penting bagi industri untuk menjaga kesimbangan antara optimalisasi hasil investasi dan pengelolaan risiko.
"Dengan demikian, strategi investasi perlu dilakukan konsisten dengan kebutuhan liabilitas dan tidak semata-mata mengejar hasil jangka pendek saja," ucap Meylindawati.
Adapun AAJI mencatat total penempatan investasi asuransi jiwa pada semester I-2026 sebesar Rp 564,42 triliun. Nilai itu meningkat 2,4%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













