kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.624.000   -40.000   -1,50%
  • USD/IDR 17.783   18,00   0,10%
  • IDX 6.596   -4,17   -0,06%
  • KOMPAS100 859   -4,53   -0,52%
  • LQ45 652   -2,54   -0,39%
  • ISSI 229   -0,27   -0,12%
  • IDX30 365   -1,19   -0,33%
  • IDXHIDIV20 451   -1,09   -0,24%
  • IDX80 98   -0,50   -0,51%
  • IDXV30 124   -1,26   -1,01%
  • IDXQ30 117   -0,24   -0,20%

Kredit Perbankan Tumbuh Double Digit, OJK Lihat Peluang Asuransi Kredit Terbuka


Rabu, 02 September 2026 / 20:55 WIB
Kredit Perbankan Tumbuh Double Digit, OJK Lihat Peluang Asuransi Kredit Terbuka
ILUSTRASI. Klaim asuransi mikro bagi UMKM (KONTAN/Cheppy A Muchlis)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat, kredit perbankan pada Juni 2026 tumbuh sebesar 12,67%. Terkait hal itu, Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan pertumbuhan kredit perbankan masih memberikan peluang bagi bisnis asuransi kredit. 

"Namun, perlu diimbangi dengan penguatan underwriting, kualitas portofolio, pricing berbasis risiko, kecukupan reasuransi, serta recovery dan subrogasi," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Selasa (1/9/2026).

Atas dasar itu, Ogi menyampaikan OJK juga mendorong agar industri tidak hanya mengejar pertumbuhan premi, tetapi juga menjaga kualitas risiko, profitabilitas, dan keberlanjutan usaha.

Baca Juga: Penempatan Dana SAL Rp 200 Triliun di Himbara Diperpanjang Sampai Juli 2027

Terkait kinerja, Ogi menyeut lini asuransi kredit pada industri asuransi umum dan reasuransi mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp 11,87 triliun per Juni 2026. Nilainya tumbuh 7,10%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. 

Adapun nilai klaim lini tersebut sebesar Rp 10,85 triliun, atau rasio klaimnya sebesar 91,44% per Juni 2026. 

Sementara itu, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) sempat menyampaikan industri asuransi umum perlu melakukan sejumlah upaya guna menekan angka rasio klaim asuransi kredit kembali terkendali dan sehat.

Ketua Umum AAUI Budi Herawan menerangkan upaya memperbaiki kinerja asuransi kredit harus dilakukan bersama antara perusahaan asuransi dan mitra penyalur kredit. Dia bilang industri asuransi tidak dapat bekerja sendiri karena kualitas risiko sangat dipengaruhi proses pemberian kredit di hulu, mulai dari seleksi debitur, analisis kelayakan kredit, monitoring pembayaran, hingga mekanisme penagihan dan recovery.

Oleh karena itu, Budi menyebut langkah utama yang perlu dilakukan adalah memperkuat koordinasi dengan bank, leasing, fintech peer to peer (P2P) lending, dan lembaga pembiayaan lainnya. 

"Pembicaraan bersama diperlukan untuk menurunkan loss ratio, baik melalui perbaikan underwriting, penguatan risk sharing, penyesuaian premi yang lebih mencerminkan risiko, perbaikan data debitur, pembatasan risiko pada segmen tertentu, maupun peningkatan efektivitas recovery dan subrogasi," katanya kepada Kontan.

Selain itu, Budi mengatakan perusahaan asuransi juga perlu lebih disiplin dalam menerima risiko. Dia menyampaikan pertumbuhan premi tidak boleh menjadi satu-satunya tujuan apabila kualitas portofolio belum memadai. Dengan demikian, prinsip kehati-hatian perlu diperkuat agar asuransi kredit dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. 

Baca Juga: Great Eastern Life Sebut Terbuka Peluang Hasil Investasi Bertumbuh hingga Akhir 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×