kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Sejumlah bank pangkas bunga deposito pasca penurunan BI rate


Rabu, 28 Agustus 2019 / 17:44 WIB
Sejumlah bank pangkas bunga deposito pasca penurunan BI rate
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah bank di Jakarta

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasca Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan BI 7 days reverse repo rate (7DRRR) sebanyak 50 basis poin (bps) menjadi 5,5%. Sejumlah bank mengaku tingkat bunga deposito secara rata-rata sudah turun. Terutama dari sisi counter rate deposito dan beberapa debitur special rate.

PT Bank CIMB Niaga Tbk  (BNGA) misalnya yang mengatakan pihaknya sudah menurunkan bunga deposito secara rata-rata per segmen sebesar 25 hingga 50 bps.

Baca Juga: Otoritas Jepang tingkatkan pengawasan atas bank-bank lokal

"Sejalan dengan penurunan bunga acuan, maka secara natural deposito juga turun," ujar Direktur Konsumer CIMB Niaga Lani Darmawan saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (28/8).

Menurutnya, pihaknya juga tidak terlalu fokus untuk memupuk pendanaan yang bersifat dana mahal. Sebabnya, perseroan memang tengah berupaya untuk meningkatkan rasio dana murah (current account and saving account/CASA) secara konsisten.

Lani menuturkan, hingga akhir tahun perseroan berharap CASA bisa terjaga di kisaran 55%-56% terhadap total DPK.

Catatan saja, sampai dengan akhir Juni 2019 lalu anggota indeks Kompas100 ini, masih mencatat deposito tumbuh 9,3% yoy menjadi Rp 91,22 triliun. Sementara itu, rasio CASA tercatat sebesar 53,89% turun dari tahun sebelumnya 56,12%.

Sedikit berbeda, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengatakan pihaknya memang sejak awal tidak terlalu aktif mencari dana deposito untuk memenuhi kebutuhan. Wajar saja, per Juni 2019 CASA Bank Mandiri sangat jumbo yakni mencapai Rp 542,74 triliun atau setara 64,37% dari total DPK perseroan senilai Rp 843,15 triliun.

Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan pasca BI 7DRRR menjadi 5,5% bunga counter rate deposito perseroan sudah ada di bawah 5% atau maksimal 5%.

"Di luar itu, kami mengikuti industri terutama pricing BUKU IV terkait deposito," terangnya di Jakarta, Rabu (28/8). Menurutnya, dari suku bunga special rate perseroan juga relatif lebih rendah dibandingkan rata-rata bunga kompetitor di pasar yakni di atas 6% untuk tenor 1-3 bulan.

Baca Juga: Anomali, saat BI turunkan suku bunga, malah sejumlah bank naikkan bunga KPR

Nah, fenomena penurunan bunga deposito di perbankan pun diakui bankir membuat nasabah bergeser ke instrumen investasi lain yang memiliki imbal hasil lebih tinggi.




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×