Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Transaksi menggunakan kartu kredit kembali bergairah di awal semester II 2019 setelah sebelumnya tertekan akibat maraknya variasi sistem pembayaran yang berkembang akhir-akhir ini.
Berdasarkan, catatan Bank Indonesia, pada Juli 2019 volume transaksi kartu kredit mencapai 30,34 juta kali. Ini nilai terbesar dibandingkan volume transaksi kartu kredit pada bulan-bulan sebelumnya sepanjang 2019.
Baca Juga: CIMB Click, transaksi nasabah CIMB jadi lebih praktis
Walaupun jika diakumulasi, pertumbuhan volume transaksi sejak Januari hingga Juli masih terhitung rendah. Dalam periode tersebut pertumbuhan volumenya cuma 2,01% (yoy), dari 195,68 juta kali transaksi pada Januari-Juli 2018 menjadi 199,63 juta kali transaksi pada Januari-Juli 2019.
Sementara pertumbuhan nilai transaksinya mencapai 9,93% (yoy), dari Rp 178,22 triliun pada Januari-Juli 2019 menjadi Rp 195,93 triliun pada Januari-Juli 2019.
Sementara itu sejumlah bank besar justru mengaku pertumbuhan kartu kreditnya masih tergolong stabil, bahkan berada di atas catatan Bank Indonesia tersebut. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) misalnya sepanjang Januari-Juli 2019 mengaku telah mencatat pertumbuhan di kisaran 13% (yoy).
“Hingga Juli 2019, sales volume kami telah mencapai Rp 44,6 triliun dengan pertumbuhan mencapai 13% (yoy) yang ditopang segmen mass affluent, dan afluent. Kami optimistis mash bisa bertumbuh,” kata Vice President Corporate Cmmunication BCA Dwi Narini kepada Kontan.co.id.
Baca Juga: McDonald's Indonesia akan perbanyak gerai self ordering Kiosk
Direktur Bisnis Konsumer PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) Lani Darmawan juga menyatakan hal senada. Ia bilang, hingga Juli 2019, portofolio bisnis kartu kredit perseroan telah tumbuh 10% (yoy).
“Bisnis kartu kredit amat terpengaruh dengan musim misalnya liburan, perayaan atau acara-acara tertentu seperti travel fair yang kini tengah marak. Dengan travel fair ini juga kami berharap pada September bisa meningkatkan portofolio kami,” katanya.
Executive Vice President Card Division PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Wibawa Prasetyawan juga mengamini Lani. Ia bilang segmen leisure dan travel memang jadi penopang terbesar pertumbuhan kartu kredit perseroan.
Hingga Agustus 2019, segmen tersebut telah menyumbang 62% dari transaksi via kartu kredit BRI. Sementara 78% transaksi kartu kredit BRI telah dilakukan via online.
Baca Juga: BNI Syariah tawarkan kemudahan travel lewat kartu pembiayaan
“Dalam empat tahun terakhir pertumbuhan bisnis kartu kredit kami memang selalu berada di atas industri. Sales volume industri pada Januari-Juli 2019 cuma tumbuh 2% (yoy), sementara pertumbuhan sales volume kami telah mencapai 32% (yoy),” katanya.
Pria yang akrab disapa Iwan ini juga menyatakan hingga akhir tahun perseroan menargetkan bisa mencatat pertumbuhan sales volume hingga 40% (yoy).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)