Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyiapkan rekening BSI TabunganKu dan BSI Tabungan SimPel iB untuk mendukung perluasan akses perbankan bagi masyarakat.
Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar masyarakat semakin mudah memiliki rekening tabungan.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, kedua produk tersebut menggunakan akad Wadiah atau titipan sehingga tidak dikenakan biaya administrasi bulanan.
Baca Juga: BCA Catat Penyaluran KPR Rp144,3 Triliun hingga Juni 2026
“Dengan kemudahan ini, kami berharap dana bantuan yang disalurkan pemerintah dapat diterima dan dimanfaatkan masyarakat secara optimal,” kata Anggoro dalam siaran pers, Kamis (10/9/2026).
BSI TabunganKu diperuntukkan bagi masyarakat berusia 17 tahun ke atas. Sementara itu, BSI Tabungan SimPel iB menyasar nasabah berusia di bawah 17 tahun.
Kedua rekening tersebut dapat dibuka dengan setoran awal yang relatif rendah. BSI TabunganKu memiliki setoran awal minimal Rp 20.000, sedangkan BSI Tabungan SimPel iB dapat dibuka dengan setoran awal mulai Rp 1.000.
Selain tanpa biaya administrasi bulanan, rekening tersebut terhubung dengan layanan mobile banking BYOND by BSI.
Skema tersebut memungkinkan nasabah mengakses layanan perbankan tanpa khawatir saldo berkurang akibat potongan biaya administrasi.
Baca Juga: Kredit Investasi Melesat, Ini Cara BNI Pastikan Kemampuan Bayar Debitur
BSI menilai rekening tanpa biaya administrasi juga dapat membantu memastikan dana yang diterima masyarakat tetap utuh.
Sebagai ilustrasi, bantuan pemerintah sebesar Rp 50.000 yang masuk ke rekening tidak akan terpotong biaya administrasi bulanan.
Dengan demikian, dana yang diterima penerima manfaat dapat digunakan sesuai kebutuhan tanpa adanya pengurangan saldo akibat biaya rekening.
Di sisi lain, penggunaan akad Wadiah memberikan pilihan layanan perbankan yang sesuai dengan prinsip syariah.
BSI juga mendorong masyarakat untuk mulai membangun kebiasaan mengelola keuangan, termasuk menyiapkan kebutuhan jangka panjang melalui instrumen keuangan syariah.
Upaya tersebut antara lain dapat dilakukan melalui tabungan emas maupun perencanaan ibadah haji sejak dini.
Baca Juga: BCA Sebut Alasan Minat Mobil Listrik Naik, Tapi KKB Tertekan
Melalui penyediaan rekening dengan setoran awal rendah dan tanpa biaya administrasi bulanan, BSI berharap dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sekaligus meningkatkan penetrasi perbankan syariah di Indonesia.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat inklusi keuangan dengan membuka akses rekening bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia dan tingkat kemampuan ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













