Reporter: Aura Putri | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menilai penurunan kredit kendaraan bermotor (KKB) karena melihat adanya pergeseran minat masyarakat ke kendaraan listrik atauelectric vehicle (EV).
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat penyaluran pembiayaan kendaraan baru pada kuartal II-2026 mencapai Rp 6,6 triliun, turun 23,3% secara tahunan dibandingkan Rp 8,6 triliun pada kuartal II-2025.
Direktur BCA, Vera Eve Lim mengatakan, jumlah unit mobil listrik yang diminati masyarakat saat ini sudah hampir sejajar dengan mobil konvensional berbahan bakar bensin maupun hybrid.
"Permintaan untuk mobil listrik atau EV jumlah unitnya tidak kalah, hampir sejajar dengan mobil konvensional yang pakai bensin atau hybrid. Jadi kami mencermati tren ke EV semakin meningkat," ujar Vera dalam Public Expose Live 2026, Rabu (9/9/2026).
Baca Juga: Strategi BCA Jaga Bunga KKB di Tengah Kenaikan BI Rate Terkuak
Menurut Vera, pergeseran minat tersebut turut memengaruhi nilai kredit yang disalurkan BCA. Pasalnya, harga mobil listrik yang dibiayai umumnya lebih murah dibandingkan mobil konvensional. Dengan jumlah unit yang sama, nilai kredit yang disalurkan untuk kendaraan listrik pun menjadi lebih kecil dibandingkan kendaraan konvensional.
"Dalam masa transisi 2 tahun ke depan. Jika minat terhadap EV semakin meningkat. Jumlah unit yang kita bukukan semakin meningkat juga. Kemungkinan jumlah volume kreditnya bisa sedikit menurun," jelasnya.
Baca Juga: BCA Belum Agresif Naikkan Bunga Kredit, Ini Pertimbangannya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














