Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.070
  • SUN95,65 0,01%
  • EMAS671.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

SMF bidik pendanaan Rp 9 triliun di tahun ini, simak strateginya

Senin, 21 Januari 2019 / 18:11 WIB

SMF bidik pendanaan Rp 9 triliun di tahun ini, simak strateginya
ILUSTRASI. Gedung kantor pusat PT Sarana Multigriya Finansial (SMF)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), atau dikenal dengan SMF bidik pendanaan sebesar Rp 9 triliun di tahun 2019. Jumlah tersebut naik signifikan dibandingkan realisasi pendanaan tahun lalu, yaitu Rp 6,4 triliun.

Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF Heliantopo mengatakan, pihaknya optimistis bisa meraih pendanaan tersebut, karena telah menyiapkan sejumlah strategi, di antara menerbitkan surat utang tahun ini sebanyak empat kali. Salah satunya, penerbitan surat pertama, yang rencananya dana terkumpul pada Februari 2018.


“Kami percaya akan memenuhi target, maka kami akan melihat waktu dan kondisi pasar untuk menerbitkan obligasi,” kata Helintopo di Jakarta, (21/1).

Adapun porsi pendanaan sebesar Rp 9 triliun, berasal dari penerbitan surat utang, ekuitas, MTN, sukuk dan juga money market. Sementara sampai 2018, 70% pendanaan SMF berasal dari penerbitan surat utang.

Menurutnya, kondisi pasar pembiayaan sekunder di tahun 2019 cukup menantang, karena mereka harus bersaing dengan sejumlah emiten dalam menerbitkan obligasi dan sekuritisasi. Maka itu, SMF gencar bekerjasama dengan penyalur KPR, yaitu perbankan.

Meski menantang, SMF menargetkan penyaluran pinjaman kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar 10 triliun, atau meningkat 2,04% dari realisasi tahun lalu Rp 9,8 triliun. Sementara target transaksi sekuritasisasi KPR di tahun ini naik 10% menjadi Rp 2,2 triliun.

Ia menjelaskan, alasan kenapa target pendanaan yang dibidik meningkat tapi target penyaluran pinjaman cenderung konservatif. Karena mempertimbangkan pembayaran obligasi jatuh tempo pada tahun depan.

“Karena ada obligasi jatuh tempo, ada yang setahun, ada yang dua tahun bahkan lima tahun. Kebetulan tahun depan, banyak yang jatuh tempo. Sehingga untuk mempertahankan outstanding perlu mempertimbangkan dari sisi neraca agar berimbang,” pungkasnya.

Reporter: Ferrika Sari
Editor: Herlina Kartika

Video Pilihan

Tag
TERBARU
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0011 || diagnostic_api_kanan = 0.0532 || diagnostic_web = 0.4208

Close [X]
×