kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.145   58,00   0,32%
  • IDX 5.917   -7,58   -0,13%
  • KOMPAS100 772   1,18   0,15%
  • LQ45 590   0,90   0,15%
  • ISSI 203   -0,55   -0,27%
  • IDX30 334   0,62   0,18%
  • IDXHIDIV20 414   1,14   0,28%
  • IDX80 88   0,21   0,24%
  • IDXV30 113   0,37   0,33%
  • IDXQ30 107   0,02   0,02%

SMI Beri Pembiayaan Rp 37,41 Triliun ke Pemda, OJK: Bisa Genjot Pembangunan Daerah


Senin, 13 Juli 2026 / 12:42 WIB
SMI Beri Pembiayaan Rp 37,41 Triliun ke Pemda, OJK: Bisa Genjot Pembangunan Daerah
ILUSTRASI. Sarana Multi Infrastruktur atau SMI (KONTAN/Daniel Prabowo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) memanfaatkan skema pembiayaan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebagai alternatif pendanaan pembangunan. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pemanfaatan skema pembiayaan PT SMI dapat menjadi salah satu alternatif pendanaan yang mendukung percepatan pembangunan daerah, termasuk pembangunan infrastruktur. 

"Langkah tersebut dapat memperluas akses pembiayaan pembangunan, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang memadai," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Jumat (10/7/2026).

Baca Juga: BRI Layani Pembelian ORI030, Modal Mulai Rp 1 Juta dengan Kupon 7%

Sementara itu, Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan SMI Ramona Harimurti mengatakan perusahaan memiliki kapasitas dan pengalaman untuk mendukung kebutuhan pembiayaan Pemda sepanjang proyek yang diajukan memenuhi aspek kelayakan, tata kelola yang baik, serta kemampuan fiskal daerah. 

“Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, PT SMI berperan sebagai sumber pembiayaan alternatif non-APBD bagi Pemda dalam mempercepat pembangunan infrastruktur daerah,” ucap Ramona kepada Kontan.

Ramona menjelaskan pembiayaan kepada Pemda dilakukan melalui dua skema, yakni Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pemda dan pembiayaan daerah reguler. Hingga Mei 2026, total komitmen pembiayaan kepada Pemda mencapai Rp 37,41 triliun, yang terdiri dari Rp 33,64 triliun melalui PEN Pemda dan Rp 3,77 triliun melalui pembiayaan reguler. 

Dia menyebut SMI akan terus mengoptimalkan kapasitas pembiayaan secara prudent dengan tetap memperhatikan profil risiko serta kemampuan fiskal masing-masing daerah. 

Adapun permintaan pembiayaan dari pemerintah daerah juga terus menunjukkan tren positif. Ramona menerangkan hingga Mei 2026, gross disbursement pembiayaan publik tercatat mencapai Rp 732 miliar atau tumbuh 169% secara Year on Year (YoY). Pada 2025, pertumbuhan gross disbursement bahkan mencapai 871% secara YoY.

Dia menjelaskan pertumbuhan tersebut mencerminkan masih tingginya kebutuhan pembiayaan pembangunan daerah di tengah keterbatasan ruang fiskal. 

"SMI melihat peluang pembiayaan daerah tetap terbuka, seiring adanya dorongan terhadap Pemda memanfaatkan alternatif pembiayaan untuk mendukung percepatan pembangunan,” katanya. 

Baca Juga: BRI Perketat Pengelolaan Rekening, Cegah Penyalahgunaan Rekening Dormant

Ramona menyampaikan hingga Mei 2026, outstanding pembiayaan SMI kepada Pemda tercatat sebesar Rp 14,03 triliun atau setara 14,26% dari total outstanding pembiayaan perusahaan yang mencapai Rp 98,38 triliun. Dia mengatakan PT SMI akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan agar tetap mampu mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional, sekaligus menjaga kualitas portofolio perseroan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×