Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) memperluas layanan transaksi valas dengan menghadirkan fasilitas transaksi bilateral menggunakan tiga mata uang baru, yakni United Arab Emirates Dirham (AED), Thai Baht (THB), dan South Korean Won (KRW).
Langkah ini bertujuan mendukung kebutuhan transaksi internasional dan ekspansi bisnis nasabah di kawasan Asia dan Timur Tengah.
Melalui layanan tersebut, nasabah dapat melakukan pembayaran maupun menerima dana menggunakan mata uang lokal negara tujuan tanpa melalui konversi mata uang perantara. Dengan demikian, proses transaksi diharapkan menjadi lebih cepat, biaya lebih efisien, serta memberikan kurs yang lebih kompetitif.
Baca Juga: Aset Prudential Syariah Tumbuh 19% Jadi Rp8 Triliun pada Kuartal I-2026
Head of Transaction Banking OCBC Gianto Kusno mengatakan, penambahan layanan ini merupakan bagian dari upaya bank memperkuat dukungan bagi pelaku usaha Indonesia yang semakin aktif bertransaksi dengan mitra di luar negeri.
"Para pelaku usaha kini dapat menjalankan transaksi dari dan ke Uni Emirat Arab, Thailand, dan Korea Selatan secara lebih nyaman dan fleksibel. Selain melalui kantor cabang, layanan ini juga dapat diakses secara digital melalui OCBC Business sehingga nasabah dapat mengelola transaksi kapan saja dan dari mana saja," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (13/7/2026).
Gianto menambahkan, penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas negara juga membantu pelaku usaha mengelola arus kas dengan lebih baik karena mengurangi risiko dan biaya yang timbul akibat konversi mata uang perantara.
Layanan transaksi dalam mata uang AED, THB, dan KRW tersedia untuk sejumlah produk rekening bisnis OCBC, antara lain Giro Business Smart, Giro Business Signature, Giro DHE SDA, serta Giro Multicurrency.
Dengan penambahan tiga mata uang tersebut, OCBC berharap dapat memperkuat layanan transaksi valas bagi nasabah korporasi maupun pelaku usaha, sekaligus mendukung aktivitas perdagangan, ekspor, serta kerja sama bisnis Indonesia dengan negara-negara di kawasan Asia dan Timur Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














