Reporter: Ade Priyatin | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah penyelenggara fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) masih dihadapkan pada tantangan pemenuhan ekuitas minimum Rp 12,5 miliar.
Menurut Direktur Utama Easycash Nucky Poedjiardjo mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi dalam memenuhi ekuitas adalah keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas penyaluran pendanaan di tengah industri pindar yang terus berkembang.
Kendati begitu, ia menegaskan bahwa kondisi setiap perusahaan akan berbeda tergantung dengan kondisi, model bisnis, dan strategi bisnis yang mereka terapkan.
Lebih lanjut, ia mengonfirmasi bahwa hingga kini Easycash telah memenuhi ketentuan minimum permodalan. Menurut data keuangan PT Indonesia Fintopia Technology yang menaungi Easycash, total ekuitas tercatat berada di angka Rp 169 miliar.
Baca Juga: Krom Bank Beri Fasilitas Kredit ke Pandai Gadai, Dukung Ekspansi Bisnis
"Easycash telah memenuhi ketentuan ekuitas minimum sebagaimana diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," ujarnya kepada Kontan, Kamis (6/8/26).
Menurutnya, penguatan ekuitas merupakan salah satu upaya perusahaan menguatkan fundamental sekaligus menjaga keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.
Selain itu, permodalan yang cukup juga dinilai perlu didukung oleh penerapan tata kelola, kepatuhan terhadap regulasi, dan penerapan prinsip kehati-hatian pada seluruh aktivitas operasional.
Adapun tantangan yang masih dihadapi terkait pemenuhan ekuitas dicermati bahwa penting bagi penyelenggara pindar untuk mengelola kualitas penyaluran pendanaan, penerapan manajemen risiko yang efektif, dan penguatan tata kelola serta disiplin dalam menerapkan prinsip kehati-hatian.
Di samping itu, penyelanggara juga harus terus berupaya meningkatkan kapabilitas operasional dan teknologi untuk memperkuat pengendalian internal dan berdapatasi pada perkembangan regulasi agar bisnis bisa bertumbuh secara berkelanjutan.
Ke depannya, ia mengungkapkan bahwa perusahaan akan terus memperkuat kapabilitas melalui inovasi dan pengembangan teknologi, seperti implementasi AI untuk mendukung analisis risiko, meningkatkan kualitas pendanaan, dan memperkuat pengelolaan risiko.
Selain itu, pihaknya juga berkomitmen memperkuat perlindungan konsumen dan inklusi keuangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
