Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Mendekati batas minimum kewajiban spin off, unit usaha syariah (UUS) Maybank Indonesia telah membidik segmen yang lebih luas untuk menjangkau nasabah yang lebih masif.
Hingga akhir tahun lalu, total aset Maybank Syariah telah mencapai Rp 44,13 triliun. Posisi ini meningkat dari Rp 42,96 triliun pada tahun sebelumnya.
Dengan posisi neraca terkini, Direktur Maybank Syariah Romy H Buchari mengaku telah mulai mempersiapkan diri untuk pengembangan bisnis sebagai bank umum syariah (BUS).
Baca Juga: Outstanding Paylater BCA Capai Rp 342 Miliar pada Kuartal I-2026
“Kami semua tahu threshold di Rp 50 triliun, itu tidak lama lagi. Oleh sebab itu dari sekarang kami sudah mulai bersiap,” sebut Romy di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Hingga saat ini, ia bilang pihaknya masih mempersiapkan spin off, meski tak berkenan membocorkan kapan targetnya spin off bakal rampung dieksekusi.
Namun yang pasti, Maybank Syariah telah melihat tantangan yang bakal dihadapi begitu spin off, yakni kompetisi pasar.
Romy bilang pada dasarnya Maybank Indonesia punya basis yang cukup kuat, dengan kisaran 270 cabang di seluruh Indonesia. Namun, begitu spin off, Maybank Syariah bakal otomatis menjadi entitas yang lebih kecil dan harus bersaing dengan kompetitor yang secara skala jauh lebih besar.
Apalagi, lanjut Romy, targetnya Maybank Syariah bakal menyasar pasar yang lebih inklusif. “Tidak hanya untuk sebagian orang, tetapi untuk segala kalangan,” katanya. Maka, persaingan tak cuman dengan sesama perbankan syariah, tetapi juga dengan bank konvensional.
Baca Juga: Outstanding Paylater BCA Capai Rp 342 Miliar pada Kuartal I-2026
Untuk itu, bank menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga daya saing. “Kami harus memastikan produk-produk kami, termasuk kemudahan akses dan fitur-fiturnya, serta strategi pricing, benar-benar kompetitif,” jelasnya.
Guna mendorong daya saing, Maybank Syariah bakal fokus membangun jaringan secara digital. “Kami tak mungkin membangun ribuan cabang, itulah mengapa kanal digital menjadi pendorong yang paling signifikan,” sebut Romy.
Mengawali penguatan digitalnya, Maybank Syariah meluncurkan aplikasi Amanah Pro, hasil kolaborasi dengan aplikasi gaya hidup syariah global Muslim Pro. Dari kerja sama ini, bank menargetkan implikasi nyata terhadap kinerja, salah satunya pertumbuhan penjaringan dana pihak ketiga (DPK) hingga double digit.
Saat ini, Amanah Pro telah menyediakan berbagai fitur, termasuk tabungan haji, tarik tunai, transfer, hingga remitansi. Ke depannya, ia juga memastikan bakal ada pengembangan fitur-fitur untuk memperluas jangkauan nasabah. “Ini baru permulaan, ke depannya mudah-mudahan bisa lebih besar,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













