Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset asuransi komersial mencapai Rp 999,15 triliun per Februari 2026 atau tumbuh 8,57% secara tahunan (year on year/YoY).
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, secara umum kinerja industri perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun tetap stabil dan ditopang oleh tingkat solvabilitas agregat yang tinggi.
Dari sisi kinerja usaha, akumulasi pendapatan premi asuransi komersial pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp 62,37 triliun atau tumbuh 3,50% YoY. Capaian tersebut merupakan akumulasi premi dari asuransi jiwa serta asuransi umum dan reasuransi.
Baca Juga: Penyaluran Pembiayaan Industri Pergadaian Tumbuh 61,78% per Februari 2026
Secara rinci, pendapatan premi asuransi jiwa tercatat sebesar Rp 32,39 triliun atau tumbuh tipis 0,12% YoY. Sementara itu, premi asuransi umum dan reasuransi mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,41% YoY dengan nilai Rp 29,98 triliun.
Ogi juga menegaskan permodalan industri asuransi komersial tetap berada dalam kondisi solid. Risk Based Capital (RBC) industri asuransi jiwa secara agregat tercatat sebesar 480,83%, sedangkan RBC asuransi umum dan reasuransi berada di level 327,98%.
“RBC tersebut masih jauh di atas ambang batas minimum sebesar 120%,” ujarnya dalam paparan RDKB OJK, Senin (6/4/2026).
Sebagai informasi, secara total OJK mencatat aset industri asuransi per Februari 2026 mencapai sebesar Rp 1.219,35 triliun atau tumbuh 6,80% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Aset Industri Asuransi Tumbuh 6,80% per Februari 2026, Capai Rp 1.219,35 Triliun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













