kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Suku bunga naik, biaya dana penerbitan obligasi diprediksi ikut terkerek


Kamis, 19 Juli 2018 / 19:10 WIB
ILUSTRASI. OBLIGASI PERUSAHAAN PEMBIAYAAN


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Biaya dana alias cost of fund yang harus ditanggung industri pembiayaan diperkirakan akan naik. Tak cuma dari pinjaman perbankan, namun juga untuk pencarian dana lewat penerbitan surat utang.

Direktur PT BFI Finance Indonesia Sudjono memperkirakan, ke depan biaya dana dari penerbitan obligasi akan lebih tinggi dari sebelumnya. Salah satunya efek kenaikan suku bunga acuan yang biasanya ikut mempengaruhi obligasi.

Tapi tak cuma itu, penawaran kupon obligasi pun bisa saja lebih tinggi akibat kondisi pasar modal belakangan ini. Fluktuasi pasar yang terjadi menurut dia akan meningkatkan ekspektasi investor terhadap kupon obligasi yang lebih tinggi.

Meski potensi kupon surat utang bakal terkerek, namun bila melihat perkembangan pasar belakangan ini, Sudjono memperkirakan kenaikan tersebut tak akan terlalu tinggi. Pasalnya ia menilai gejolak pasar sudah mulai mereda.

"Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih baik lagi," kata Sudjono, Kamis (19/7).

Kondisi ini juga diamini oleh PT Mandiri Tunas Finance (MTF). Direktur MTF Armendra menyebut kenaikan suku bunga acuan biasanya menjalar ke kupon obligasi. Dus, cost of fund dari penerbitan surat utang juga bisa ikut terkerek.

Namun begitu, ia menyebut tren kenaikan cost of fund dari penerbitan obligasi biasanya akan berjalan lebih lambat ketimbang yang terjadi lewat pinjaman perbankan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×