kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Susahnya BRI masuk ke desa markas kejahatan perbankan


Minggu, 18 Maret 2018 / 08:36 WIB
Susahnya BRI masuk ke desa markas kejahatan perbankan
ILUSTRASI. Indra Utoyo, Direktur Digital Banking dan Teknologi Informasi BRI


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - BANDUNG. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) bercerita susahnya masuk ke salah satu daerah di Sumatra. Daerah ini diduga merupakan markas pelaku kejahatan perbankan berupa penyedotan saldo melalui OTP.

Indra Utoyo, Direktur Digital Banking dan Teknologi Informasi BRI bilang di daerah tersebut, pelaku kejahatan perbankan telah membaur dengan penduduk. "Pelaku kejahatan sudah kongkalikong dengan penduduk sekitar," kata Indra saat media gathering, Sabtu (18/3).

Di daerah tersebut tersebut menurut BRI susah untuk dimasuki orang luar. Hal ini karena satu kampung tersebut diduga mayoritas merupakan penjahat perbankan. Satu satunya cara agar pelaku kejahatan di daerah tersebut bisa ditangkap adalah membawa pelaku keluar daerah.

Namun ini tidak mudah. Saat ini BRI bekerja sama dengan kepolisian untuk mengungkap kasus ini.

Selain kasus skimming atau penggandaan data kartu debit, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) saat ini sedang menangani kasus penyedotan saldo melalui one time password (OTP).

Berdasarkan penelusuran Kontan.co.id, penyedotan saldo dengan modus transaksi ini terjadi di perusahaan jasa pembayaran ayopop.com. Dalam kasus ini, nasabah menerima sms notifikasi OTP untuk bertransaksi di ayopop.com.

Padahal pengguna tidak menjadi pengguna e-commerce tertentu dan tidak sedang bertransaksi. Dalam hal ini pelaku kejahatan, sebelumnya telah mengetahui nama dan nomor ponsel korban kemudian mencoba melakukan transaksi di e-commerce dengan data yang dicuri tadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×