Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Produk Tabungan Haji semakin menjadi andalan bank syariah dalam menghimpun dana murah (current account saving account / CASA) sekaligus memperkuat dana pihak ketiga (DPK). Tingginya minat masyarakat mempersiapkan ibadah haji sejak dini mendorong pertumbuhan dana kelolaan tabungan haji di sejumlah bank syariah.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) misalnya, mencatat saldo Tabungan Haji mencapai Rp 16,25 triliun hingga Mei 2026 atau tumbuh 17,15% secara tahunan (year on year / YoY).
Pertumbuhan tersebut turut menopang penghimpunan DPK BSI yang mencapai Rp 372 triliun, meningkat 16,74% YoY. Di saat yang sama, rasio dana murah (CASA) BSI naik menjadi 63,16%, dengan total tabungan mencapai Rp 165 triliun atau berkontribusi 44,35% terhadap total DPK.
Baca Juga: Dugaan Pelanggaran Penagihan di Fintech Lending Masih Terjadi, Ini Respons AFPI
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, ekosistem haji dan umrah menjadi salah satu motor pertumbuhan dana murah perseroan.
Menurutnya, BSI tidak hanya menawarkan produk Tabungan Haji, tetapi juga membangun ekosistem haji secara menyeluruh, mulai dari edukasi perencanaan keuangan, pembukaan rekening, pendaftaran haji, layanan digital, hingga berbagai program apresiasi kepada nasabah.
"Melalui program ini kami ingin memberikan apresiasi kepada nasabah yang konsisten mempersiapkan ibadah haji melalui Tabungan Haji BSI. Kami berharap semakin banyak masyarakat membangun kebiasaan menabung sejak dini agar memiliki kesiapan finansial saat memperoleh kesempatan berangkat ke Tanah Suci," ujar Anton kepada kontan.co.id.
Perseroan juga mencatat jumlah pendaftaran haji pada periode 2025–2026 tumbuh 46,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Sekitar 27% pendaftaran haji kini dilakukan melalui aplikasi BYOND by BSI, mencerminkan meningkatnya adopsi layanan digital.
Tak hanya BSI, PT Bank Mega Syariah juga membukukan pertumbuhan positif pada bisnis Tabungan Haji.
Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah Hanie Dewita mengatakan hingga periode terkini jumlah rekening (number of account / NoA) Tabungan Haji tumbuh lebih dari 15% YoY, sementara volume simpanan meningkat lebih dari 22% YoY.
"Hingga posisi terkini, Tabungan Haji Bank Mega Syariah mencatatkan perkembangan yang positif. Secara tahunan jumlah rekening tumbuh lebih dari 15% year on year, sementara volume tabungan meningkat lebih dari 22%," ujar Hanie.
Saat ini, Tabungan Haji menyumbang sekitar 13% terhadap total DPK Bank Mega Syariah sehingga menjadi salah satu produk strategis dalam memperkuat struktur pendanaan perseroan.
Menurut Hanie, potensi penghimpunan dana dari Tabungan Haji masih sangat besar mengingat kebutuhan masyarakat mempersiapkan ibadah haji bersifat jangka panjang.
Secara year to date (YTD), Tabungan Haji Bank Mega Syariah telah tumbuh sekitar 5,3%. Hingga akhir tahun, perseroan akan menjaga momentum tersebut melalui peningkatan akuisisi nasabah baru, penguatan hubungan dengan nasabah eksisting, serta perluasan kerja sama dengan berbagai pihak dalam ekosistem haji dan umrah.
Strategi tersebut juga didukung melalui kerja sama dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), majelis taklim, Kantor Urusan Agama (KUA), hingga pembukaan booth pada berbagai kegiatan perusahaan, kampus, komunitas, dan acara lainnya.
Sementara itu, PT Bank bjb Syariah mencatatkan pertumbuhan dana kelolaan Tabungan Haji sebesar 20% YoY hingga Juni 2026.
Direktur Utama Bank bjb Syariah Arief Setyahadi mengatakan, realisasi setoran awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) melalui perseroan hingga Juni 2026 mencapai 7.717 jemaah.
"Hingga Juni 2026, dana kelolaan Tabungan Haji bank bjb syariah mencatatkan pertumbuhan 20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, realisasi setoran awal BPIH telah mencapai 7.717 jemaah," ujarnya.
Berdasarkan realisasi setoran awal haji reguler hingga Juni 2026, Bank bjb Syariah menempati peringkat kelima nasional sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH). Di tingkat regional, perseroan berada di peringkat kedua di Jawa Barat, peringkat keempat di Banten, dan peringkat ketiga di DKI Jakarta.
Arief mengatakan Tabungan Haji memberikan kontribusi 6,81% terhadap total DPK Bank bjb Syariah.
Menurutnya, prospek pertumbuhan produk tersebut masih terbuka lebar seiring besarnya populasi muslim di wilayah operasional utama perseroan, yakni Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.
Untuk memperluas layanan, Bank bjb Syariah telah membuka kantor fungsional di 26 Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota di Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. Perseroan juga bersinergi dengan Bank bjb dan Bank Bengkulu melalui layanan Layanan Syariah Bank Umum (LSBU) Haji, serta menghadirkan sejumlah program seperti Top-Up Tabungan Haji, Lock & Win Tabungan Haji, dan Program Jaga Haji.
Baca Juga: Kualitas Aset Perbankan Kian Sehat, Bank Optimistis Tren Berlanjut hingga Akhir Tahun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













