kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Kualitas Aset Perbankan Kian Sehat, Bank Optimistis Tren Berlanjut hingga Akhir Tahun


Senin, 27 Juli 2026 / 18:27 WIB
Kualitas Aset Perbankan Kian Sehat, Bank Optimistis Tren Berlanjut hingga Akhir Tahun
ILUSTRASI. Bank Mandiri Transformasi 241 Kantor Cabang Menjadi Smart Branch (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kualitas aset industri perbankan terus menunjukkan perbaikan. Hal ini tercermin dari rasio Loan at Risk (LaR) yang terus menurun hingga pertengahan tahun, seiring membaiknya kemampuan bayar debitur dan berkurangnya kredit restrukturisasi.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio LaR industri perbankan tercatat sebesar 8,72% pada Mei 2026. Angka tersebut membaik dibandingkan April 2026 yang sebesar 8,82%, maupun posisi Mei 2025 yang mencapai 9,93%.

Perbaikan kualitas aset juga terlihat pada sejumlah bank yang telah merilis laporan keuangan semester I-2026.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), misalnya, mencatatkan rasio LaR turun menjadi 18,6% pada semester I-2026 dari 20,2% pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, PT Bank Mandiri Tbk secara konsolidasi berhasil menurunkan LaR menjadi 5,83% per Juni 2026 dari 6,92% pada Juni 2025.

Head of Research and Product Development Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan menilai, penurunan LaR mencerminkan kualitas aset industri perbankan yang terus membaik.

Menurutnya, tren tersebut didorong oleh menurunnya porsi kredit restrukturisasi serta kemampuan bayar debitur yang masih terjaga.

"Penurunan LaR pada semester I menunjukkan kualitas aset perbankan terus membaik, didorong oleh menurunnya kredit restrukturisasi dan kemampuan bayar debitur yang masih terjaga," ujar Trioksa kepada Kontan, Senin (27/7/2026).

Baca Juga: Bank Asing Makin Agresif, Kuasai Hampir Seperempat Aset Perbankan Nasional

Ia memperkirakan, tren perbaikan tersebut masih berpotensi berlanjut hingga akhir tahun, meski lajunya kemungkinan melambat akibat dampak suku bunga tinggi terhadap permintaan kredit.

Menurut Trioksa, segmen yang masih perlu diwaspadai meliputi UMKM, kredit konsumsi tanpa agunan, serta sektor-sektor yang sensitif terhadap pelemahan daya beli seperti perdagangan, properti, dan industri padat karya.

"Hingga akhir tahun saya memperkirakan LaR masih cenderung turun tipis atau stabil di kisaran 8,5%-9,0%, dengan syarat kondisi ekonomi tetap terjaga," katanya.

Ia menambahkan, untuk menjaga tren tersebut bank perlu memperkuat early warning system, meningkatkan kualitas underwriting, melakukan restrukturisasi secara selektif, menjaga pencadangan yang memadai, serta memperketat pemantauan portofolio pada sektor-sektor yang lebih berisiko.

Adapun Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan, penurunan LaR pada semester I-2026 menunjukkan efektivitas transformasi manajemen risiko yang dijalankan perseroan.

Menurutnya, perbaikan kualitas aset didorong oleh meningkatnya kualitas origination kredit baru melalui loan factory, percepatan penyelesaian kredit bermasalah, serta membaiknya performa debitur hasil restrukturisasi.

Baca Juga: BTN Genjot Penjualan Aset Buruk, Raup Recovery Income Rp 800 Miliar per Tahun

"Penurunan Loan at Risk pada Semester I-2026 mencerminkan semakin membaiknya kualitas aset BTN seiring efektivitas transformasi manajemen risiko dan penguatan proses kredit," ujarnya.

BTN optimistis tren tersebut masih akan berlanjut meski tetap mewaspadai dinamika suku bunga dan kondisi ekonomi.

Perseroan akan memperkuat underwriting berbasis risiko, meningkatkan early warning system, memperketat pemantauan portofolio, serta mempercepat restrukturisasi dan pemulihan kredit bermasalah.

Setiyo mengakui perhatian perseroan masih tertuju pada debitur di sektor-sektor yang sensitif terhadap perlambatan ekonomi, terutama segmen komersial, konstruksi tertentu, serta debitur konsumsi yang mengalami penurunan pendapatan.

Namun, hingga kini kualitas portofolio masih berada dalam batas risk appetite perseroan.

BTN menargetkan rasio LaR dapat terus membaik hingga berada di bawah 17% pada akhir 2026.

Di sisi lain, PT Bank Mandiri Tbk juga berhasil memperbaiki kualitas aset di tengah ekspansi kredit yang masih kuat.

Selain menurunkan rasio LaR menjadi 5,83%, Bank Mandiri juga mencatat rasio kredit bermasalah (gross NPL) bank only membaik menjadi 0,98%, atau turun 10 basis poin dibandingkan tahun lalu.

Pada saat yang sama, cost of credit (CoC) turun menjadi 0,52% per Juni 2026, sementara NPL coverage ratio mencapai 242%, mencerminkan pencadangan yang kuat untuk mengantisipasi potensi risiko kredit.

Baca Juga: OJK: Peran Bank Asing Masih Signifikan, Kuasai 23,75% Aset Perbankan RI

Direktur Risk Management Bank Mandiri, Danis Subyantoro mengatakan, seluruh ekspansi kredit dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

"Kami memastikan pertumbuhan kredit selalu berjalan beriringan dengan kualitas aset yang terjaga. Prinsip kehati-hatian inilah yang menjaga akselerasi bisnis tetap sehat dan berkelanjutan dalam jangka panjang," ujar Danis.

Menurutnya, kualitas aset yang terjaga memberikan ruang bagi perseroan untuk terus mendukung pembiayaan berbagai program prioritas pemerintah tanpa mengorbankan profil risiko.

Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk, Lani Darmawan juga menyebut kualitas aset perseroan masih berada pada level yang sangat baik.

Hingga semester I-2026, rasio LaR CIMB Niaga tercatat sekitar 6,4% apabila memasukkan sisa kredit restrukturisasi pandemi Covid-19. Sementara jika tidak memasukkan portofolio tersebut, rasio LaR berada di kisaran 5,2%.

"Saat ini overall asset quality kami dari semua segmen sangat baik. Posisi LaR sekitar 6,4% jika termasuk sisa Covid, sedangkan di luar itu sekitar 5,2%. Secara year on year juga terus menurun," ujar Lani.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Bank Dihadapkan Risiko Tekanan Kinerja dan Kualitas Aset

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×