kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.068.000   40.000   1,32%
  • USD/IDR 16.849   29,00   0,17%
  • IDX 8.322   -74,48   -0,89%
  • KOMPAS100 1.170   -12,78   -1,08%
  • LQ45 842   -5,84   -0,69%
  • ISSI 296   -3,83   -1,28%
  • IDX30 443   -1,53   -0,34%
  • IDXHIDIV20 531   0,08   0,02%
  • IDX80 130   -1,26   -0,96%
  • IDXV30 143   -1,30   -0,90%
  • IDXQ30 143   -0,08   -0,06%

Tabungan Transaksional BTN Tumbuh 16% per Januari 2026


Selasa, 24 Februari 2026 / 13:16 WIB
Tabungan Transaksional BTN Tumbuh 16% per Januari 2026
ILUSTRASI. Tabungan transaksional BTN tumbuh 16% di tengah daya beli yang melambat. Temukan mengapa simpanan Anda aman dan strategi BTN untuk 2026. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Simpanan masyarakat menengah bawah di Bank Tabungan Negara (BTN) masih menunjukkan tren stabil awal 2026, meski tekanan daya beli belum sepenuhnya mereda.

Per 31 Januari 2026, tabungan yang berasal dari tabungan transaksional tumbuh 16% secara tahunan atau year on year (yoy).

Direktur Network and Retail Funding BTN, Rully Setiawan, mengatakan dana pihak ketiga (DPK) dari segmen tabungan dan giro tetap tumbuh positif secara tahunan, walaupun lajunya tidak setinggi simpanan nominal besar.

“Hingga awal tahun ini, simpanan masyarakat menengah bawah relatif stabil meski ada tekanan daya beli,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (24/2/2026).

Baca Juga: Pendaftaran BTN RUN 2026 Sudah Dibuka

Menurut Rully, sentimen nasabah segmen menengah bawah memang dipengaruhi kondisi ekonomi dan konsumsi rumah tangga. Namun, BTN masih mampu menjaga pertumbuhan positif, khususnya pada produk tabungan transaksional.

BTN pun melihat tren perlambatan simpanan menengah bawah masih berlanjut seiring daya beli yang belum pulih sepenuhnya.

Meski demikian, BTN tetap menargetkan pertumbuhan positif pada dana murah atau current account saving account (CASA) sepanjang 2026. Perseroan fokus menjaga stabilitas tabungan masyarakat serta meningkatkan loyalitas nasabah melalui produk yang relevan dengan kebutuhan segmen menengah bawah.

Untuk menggenjot simpanan, BTN menyiapkan sejumlah strategi. Pertama, memperkuat komposisi CASA guna menjaga efisiensi biaya dana. Kedua, memperluas digitalisasi layanan melalui aplikasi Bale by BTN dan jaringan Digital Store untuk memudahkan akuisisi serta meningkatkan engagement nasabah.

 

Selain itu, BTN mengedepankan pendekatan inklusif sebagai bank yang fokus pada pembiayaan perumahan rakyat. Simpanan masyarakat menengah bawah dikaitkan dengan akses pembiayaan perumahan, sehingga memiliki nilai tambah bagi nasabah.

BTN juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai komunitas dan institusi, seperti Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dan Taman Impian Jaya Ancol, serta organisasi masyarakat lainnya. Kolaborasi ini bertujuan memperluas basis nasabah, meningkatkan literasi keuangan, sekaligus menghadirkan program tabungan yang sesuai kebutuhan komunitas.

"Dengan strategi tersebut, BTN optimistis mampu menjaga pertumbuhan dana murah tetap positif di tengah tantangan daya beli yang masih membayangi segmen menengah bawah," imbuhnya.

Selanjutnya: PHK Melanda Produsen Mie Sedaap, PT Karunia Alam Segar Buka Suara

Menarik Dibaca: Hujan Sedang Berpotensi Mengguyur, Ini Prakiraan Cuaca Jakarta Besok (25/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×