kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.068.000   40.000   1,32%
  • USD/IDR 16.852   32,00   0,19%
  • IDX 8.375   -21,42   -0,26%
  • KOMPAS100 1.177   -5,47   -0,46%
  • LQ45 845   -2,41   -0,28%
  • ISSI 299   -1,10   -0,37%
  • IDX30 444   -0,67   -0,15%
  • IDXHIDIV20 531   0,69   0,13%
  • IDX80 131   -0,51   -0,39%
  • IDXV30 144   -0,52   -0,36%
  • IDXQ30 143   0,22   0,15%

Respons Bank Syariah Indonesia (BSI) Terkait Perpanjangan Dana SAL Rp 200 Triliun


Selasa, 24 Februari 2026 / 10:54 WIB
Respons Bank Syariah Indonesia (BSI) Terkait Perpanjangan Dana SAL Rp 200 Triliun
ILUSTRASI. Layanan nasabah di Bank Syariah Indonesia (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp 200 triliun ke bank milik negara (Himbara) disambut positif oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI.

Direktur Retail Banking Bank Syariah Indonesia, Kemas Erwan Husainy, mengatakan perseroan mengikuti kebijakan pemerintah terkait perpanjangan penempatan dana tersebut.

Menurutnya, skema SAL sebelumnya terbukti membantu penetrasi pembiayaan sekaligus menjaga likuiditas perbankan.

“Alhamdulillah, kami ikut kebijakan pemerintah. Dana SAL kemarin terbukti meningkatkan penetrasi perbankan ke market dan likuiditas juga baik, terutama di akhir tahun 2025,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Baca Juga: BSI Luncurkan Tabungan Umrah, Targetkan Lebih dari Satu Juta Nasabah pada Tahap Awal

BSI sendiri mendapat alokasi sekitar Rp 10 triliun dari total Rp 200 triliun dana SAL yang ditempatkan pemerintah. Erwan menyebut realisasi penyaluran dana tersebut sudah terserap lebih dari 100%.

“Waktu itu sebulan saja sudah terserap. Karena dananya berputar, ada pembayaran pokok lalu kami salurkan lagi,” jelasnya.

Dari sisi pembiayaan, Erwan optimistis perpanjangan penempatan dana SAL dapat kembali mendorong pertumbuhan pembiayaan BSI ke level dua digit pada 2026.

Tahun lalu, BSI mencatat pertumbuhan pembiayaan dobel digit seiring dukungan likuiditas dari dana pemerintah. “Tahun ini insya Allah kami masih optimistis untuk terus melakukan penetrasi ke market,” katanya.

Adapun penyaluran pembiayaan BSI mencakup berbagai sektor, baik produktif maupun konsumtif. Di segmen produktif, pembiayaan mengalir ke sektor usaha, termasuk UMKM. Sementara di sisi konsumtif, pembiayaan rumah tangga dan konsumer juga menjadi porsi signifikan.

Baca Juga: BSI Mencatat 1,51 Juta Nasabah Payroll per Desember 2025

BSI pun menyatakan kesiapan apabila pemerintah menambah alokasi dana SAL ke perseroan. “Kalau diberi amanah, kami siap. Sebulan saja sudah habis terserap, jadi pada prinsipnya kami siap menerima amanah dari pemerintah,” tegasnya.

Selanjutnya: Perpres Baru Terbit, Skema Subsidi Pupuk Dinilai Lebih Transparan

Menarik Dibaca: Pahami Beda Toner, Essence, Serum, Ampoule yang Bikin Wajah Glowing Maksimal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×