kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.427.000   7.000   0,49%
  • USD/IDR 16.160
  • IDX 7.321   96,85   1,34%
  • KOMPAS100 1.149   10,13   0,89%
  • LQ45 923   12,71   1,40%
  • ISSI 219   0,62   0,28%
  • IDX30 461   6,63   1,46%
  • IDXHIDIV20 555   8,24   1,51%
  • IDX80 129   1,33   1,04%
  • IDXV30 130   1,58   1,24%
  • IDXQ30 156   2,26   1,48%

Tak ada data nasabah Indonesia di kasus Commonwealth Bank Australia


Sabtu, 05 Mei 2018 / 09:00 WIB
Tak ada data nasabah Indonesia di kasus Commonwealth Bank Australia


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus Commonwealth Bank of Australia (CBA) yang kehilangan akun data nasabah sebanyak hampir 20 juta pada 2016 silam menjadi pukulan terbaru bagi bank terbesar asal Australia ini. 

Dalam video YouTube, kepala layanan perbankan ritel CBA, Angus Sullivan, mengatakan, pihaknya pada Mei 2016 itu telah kehilangan dua pita magnetik yang berisi data selama 15 tahun ke belakang yang terdiri dari nama pelanggan, alamat dan nomor akun untuk 19,8 juta akun.

Rekaman itu seharusnya dimusnahkan, tapi CBA tidak bisa memastikan rekaman itu hancur dengan aman. "Rekaman itu tidak mengandung PIN, kata sandi atau data lain yang dapat memungkinkan penipuan akun," katanya seperti dikutip Reuters. 

Bagaimanapun juga ini menimbulkan pertanyaan apakah kasus ini akan berdampak terhadap cabang bank ini di negara-negara lain termasuk Indonesia?  
Lauren Sulistiawati, Presiden Direktur PT Bank Commonwealth menjelaskan, memang benar pada bulan Mei 2016  Commonwealth Bank of Australia  telah melapor kepada regulator Australia mengenai penyedia jasa yang tidak dapat memberikan konfirmasi pemusnahan pita magnetik yang berisi riwayat rekening nasabah. 

Namun menurutnya tidak ada bukti bahwa informasi nasabah tersebut disalahgunakan. "Meski begitu di dalam rekaman tersebut tidak termasuk data-data rekening nasabah PT Bank Commonwealth Indonesia," ujar Lauren kepada KONTAN, Jumat (4/5). 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Pre-IPO : Explained Supply Chain Management on Efficient Transportation Modeling (SCMETM)

[X]
×