kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Tak hanya saham, kini juga bisa gadaikan surat utang negara lewat gadai efek


Senin, 19 Oktober 2020 / 14:50 WIB
ILUSTRASI. Pegadaian


Reporter: Maizal Walfajri, Maizal Walfajri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pegadaian (Persero) menambahkan produk baru dalam meningkatkan bisnis gadai. Setelah menggarap gadai saham, kini perusahaan pelat merah ini juga membidik bisnis gadai surat berharga negara (SBN).

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Harianto Widodo hal ini dapat dilakukan lantaran Pegadaian tengah melakukan uji coba gadai efek dari Otoritas Jasa Keuangan. Ia berharap regulator dapat segera memberikan izin penuh untuk bisnis ini.

“Jaminan dengan bentuk saham atau obligasi tanpa warkat yang tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kriteria agunannya untuk saham harus indeks LQ45 dengan haicut KPEI kecil dari 30%. Sedangkan untuk obligasi berupa Surat Utang Negara maupun ORI,” jelas Harianto dalam diskusi virtual pada Senin (19/10).

Baca Juga: Kapan saat yang tepat menabung emas? Ini jawaban Pegadaian

Pembiayaan ini memungkinkan bagi nasabah pegadaian mendapatkan pembiayaan mulai dari Rp 1 juta dengan maksimal pembiayaan untuk inividu hingga Rp 5 miliar sedangkan institusi senilai Rp 20 miliar.

“Mitigasi risiko yang kami lakukan dengan memberikan pemberitahuan jatuh tempo berupa grace period. Kemudian pada saat harga bergerak dan rasio pinjaman mencapai lebih 75% dari market value kami beritahu untuk tambah jaminan atau mencicil uang pinjaman,” papar Harianto.

Lebih lanjut, bila saat grace period utang pinjaman mencapai lebih dari 80% dari market value, perusahaan akan memberi tahu nasabah untuk segera meng-top up. Bila tidak akan aset yang digadai akan dijual (force sell). Kelebihan dana dari penjualan ini akan dikembalikan kepada nasabah.




TERBARU

[X]
×