kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Targetkan NPF 2,61% pada 2026, Buana Finance Terapkan Strategi Ini


Minggu, 24 Mei 2026 / 22:17 WIB
Targetkan NPF 2,61% pada 2026, Buana Finance Terapkan Strategi Ini
ILUSTRASI. PT Buana Finance Tbk (BBLD) (Dok/BBLD)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Buana Finance Tbk (BBLD) menargetkan rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) gross turun menjadi 2,61% pada 2026.

Untuk mencapai target tersebut, perseroan menyiapkan sejumlah strategi penguatan kualitas pembiayaan.

Baca Juga: KB Bank Kaji Penyesuaian Bunga KPR Floating Usai BI Rate Naik 50 Bps

Direktur Keuangan Buana Finance Mariana Setyadi mengatakan, perusahaan akan memperketat proses penyaluran pembiayaan sejak tahap awal pengajuan kredit guna menjaga kualitas portofolio.

“Kami akan melakukan pembenahan dari sisi loan origination dengan meninjau kembali parameter-parameter dalam pemberian kredit kepada nasabah. Dengan demikian, kualitas loan origination untuk new disbursement dapat lebih terjaga dan membantu menurunkan NPF,” ujar Mariana dalam Public Expose, Selasa (19/5/2026).

Selain memperkuat selektivitas kredit, Buana Finance juga akan meningkatkan mitigasi risiko terhadap potensi tekanan ekonomi dan kualitas pembiayaan ke depan.

Mariana mengakui, upaya menekan rasio NPF masih cukup menantang di tengah kondisi perekonomian saat ini.

Baca Juga: Transaksi BI-FAST KB Bank Tumbuh 40% hingga April 2026

Sementara itu, Direktur Pemasaran Buana Finance Herman Lesmana menjelaskan kenaikan NPF gross perseroan dari 1,97% pada 2024 menjadi 3,12% pada 2025 dipengaruhi tekanan ekonomi yang lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Hal ini sejalan dengan tekanan ekonomi yang cukup besar serta dampak kondisi global terhadap kualitas pembiayaan,” ujarnya.

Untuk menjaga pertumbuhan bisnis tetap sehat, Herman mengatakan Buana Finance akan menerapkan strategi fragmentasi bisnis pada 2026.

Perseroan akan lebih selektif mencari segmen pembiayaan yang memiliki risiko relatif rendah, namun tetap mampu memberikan margin yang optimal.

“Kami akan mencari celah-celah bisnis yang masih aman, dengan potensi risiko minimal tetapi tetap memberikan margin yang baik bagi perusahaan,” katanya.

Baca Juga: Ekonom: Transmisi Kenaikan BI Rate ke Bunga Kredit Butuh Waktu 3–6 Bulan

Sebagai informasi, penyaluran pembiayaan baru Buana Finance mencapai Rp 4,3 triliun pada 2026 atau tumbuh 5,13% secara tahunan (year on year/YoY).

Sementara itu, piutang pembiayaan perseroan tercatat sebesar Rp 6,57 triliun pada 2025, meningkat 7,05% YoY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×