Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Buana Finance Tbk (BBLD) menargetkan rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) gross turun menjadi 2,61% pada 2026.
Untuk mencapai target tersebut, perseroan menyiapkan sejumlah strategi penguatan kualitas pembiayaan.
Baca Juga: KB Bank Kaji Penyesuaian Bunga KPR Floating Usai BI Rate Naik 50 Bps
Direktur Keuangan Buana Finance Mariana Setyadi mengatakan, perusahaan akan memperketat proses penyaluran pembiayaan sejak tahap awal pengajuan kredit guna menjaga kualitas portofolio.
“Kami akan melakukan pembenahan dari sisi loan origination dengan meninjau kembali parameter-parameter dalam pemberian kredit kepada nasabah. Dengan demikian, kualitas loan origination untuk new disbursement dapat lebih terjaga dan membantu menurunkan NPF,” ujar Mariana dalam Public Expose, Selasa (19/5/2026).
Selain memperkuat selektivitas kredit, Buana Finance juga akan meningkatkan mitigasi risiko terhadap potensi tekanan ekonomi dan kualitas pembiayaan ke depan.
Mariana mengakui, upaya menekan rasio NPF masih cukup menantang di tengah kondisi perekonomian saat ini.
Baca Juga: Transaksi BI-FAST KB Bank Tumbuh 40% hingga April 2026
Sementara itu, Direktur Pemasaran Buana Finance Herman Lesmana menjelaskan kenaikan NPF gross perseroan dari 1,97% pada 2024 menjadi 3,12% pada 2025 dipengaruhi tekanan ekonomi yang lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Hal ini sejalan dengan tekanan ekonomi yang cukup besar serta dampak kondisi global terhadap kualitas pembiayaan,” ujarnya.
Untuk menjaga pertumbuhan bisnis tetap sehat, Herman mengatakan Buana Finance akan menerapkan strategi fragmentasi bisnis pada 2026.
Perseroan akan lebih selektif mencari segmen pembiayaan yang memiliki risiko relatif rendah, namun tetap mampu memberikan margin yang optimal.
“Kami akan mencari celah-celah bisnis yang masih aman, dengan potensi risiko minimal tetapi tetap memberikan margin yang baik bagi perusahaan,” katanya.
Baca Juga: Ekonom: Transmisi Kenaikan BI Rate ke Bunga Kredit Butuh Waktu 3–6 Bulan
Sebagai informasi, penyaluran pembiayaan baru Buana Finance mencapai Rp 4,3 triliun pada 2026 atau tumbuh 5,13% secara tahunan (year on year/YoY).
Sementara itu, piutang pembiayaan perseroan tercatat sebesar Rp 6,57 triliun pada 2025, meningkat 7,05% YoY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












