kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.988   -10,00   -0,06%
  • IDX 6.122   -26,16   -0,43%
  • KOMPAS100 793   -5,23   -0,65%
  • LQ45 608   -3,65   -0,60%
  • ISSI 212   -0,09   -0,04%
  • IDX30 337   -1,94   -0,57%
  • IDXHIDIV20 427   -0,46   -0,11%
  • IDX80 91   -0,65   -0,71%
  • IDXV30 115   -0,40   -0,35%
  • IDXQ30 110   -0,10   -0,09%

Tiga pilar Bank Permata tingkatkan kinerja


Minggu, 28 Mei 2017 / 14:18 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. PT Bank Permata Tbk telah menyusun kerangka strategi untuk mengembangkan kinerja ke depan. Untuk itu bank mengandalkan tiga pilar bisnis.

Dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia akhir pekan lalu (26/5) disebut bahwa tiga pilar bisnis ini adalah pertama retail banking, kedua wholesale banking dan ketiga adalah bisnis syariah.

Untuk retail banking, bank melakukan transformasi bisnis dengan inovasi e-channel. “Hal ini diharapkan bisa memaksimalkan produktifitas dan meningkatkan layanan dan produk inovatif,” ujar manajemen Permata Bank dalam keterangan tertulis.

Pada segmen wholesale banking (korporasi), Bank Permata juga akan memaksimalkan potensi rantai nilai dari bisnis Astra. Bank juga akan berusaha meminimalisir kredit bermasalah di sektor ini.

Sedangkan untuk mengembangkan bisnis syariah bank akan menyasar pasar yang baru. Selain itu bank akan mengoptimalkan beberapa bisnis syariah seperti konsumer, UKM, wealth management, dan e-channel.

Selain itu untuk mengembangkan bisnis baik ritel korporasi maupun syariah, bank berkode BNLI ini juga melakukan kerja sama strategis dengan beberapa institusi seperti Indosat Ooredoo, Gojek dan Persib.

Sebagai gambaran pada kuartal I-2017, bank patungan Astra dan Stanchart ini telah mencatat keuntungan sebesar Rp 453 miliar dari kerugian Rp 376 miliar dari periode yang sama 2016.

Untuk fungsi intermediasi, pada tiga bulan pertama 2017 bank masih mencatat penurunan kredit 22% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 95,4 triliun. Non Performing Loan (NPL) tercatat masih 6,4% didominasi oleh sektor pengolahan dan perdagangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×