Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mencatat pertumbuhan pesat transaksi digital seiring meningkatnya adopsi layanan non-tunai oleh nasabah.
Senior Executive Vice President (SEVP) Digital Business BTN, Thomas Wahyudi mengungkapkan, hingga Februari 2026, jumlah transaksi digital BTN mencapai sekitar 53,7 juta transaksi atau tumbuh lebih dari 57% secara tahunan (year on year/yoy).
Dari sisi nilai, transaksi digital BTN tercatat sebesar Rp 27,6 triliun, naik sekitar 11% yoy. “Pertumbuhan ini mencerminkan pergeseran perilaku nasabah yang semakin mengandalkan transaksi digital dalam aktivitas sehari-hari,” ujarnya kepada Kontan, dikutip Selasa (31/3/2026).
Thomas menyebut, mayoritas transaksi dilakukan melalui super app Bale by BTN yang kini menjadi kanal utama nasabah. Beragam transaksi yang dominan antara lain transfer BI-FAST, transfer antar rekening (on-us dan off-us), pembayaran QRIS, hingga transaksi rutin seperti pembelian token listrik, pembayaran air, dan top up dompet digital.
Baca Juga: Transaksi Bale by BTN Tembus Rp 101 Triliun Sepanjang 2025
Seiring meningkatnya aktivitas tersebut, kontribusi terhadap pendapatan berbasis komisi (fee based income) juga terus menguat. Sebagai gambaran, BTN mencatat fee based income dari transaksi digital tumbuh 12% yoy sepanjang 2025 lalu.
Ke depan, BTN memproyeksikan pertumbuhan transaksi digital masih akan berlanjut. Hingga akhir 2026, perseroan menargetkan total transaksi digital mencapai sekitar 300 juta transaksi dengan nilai lebih dari Rp 165,7 triliun.
Untuk mencapai target tersebut, BTN akan memperkuat fitur dan layanan digital, meningkatkan infrastruktur teknologi informasi, serta memperluas ekosistem merchant melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk sektor UMKM, rumah sakit, dan institusi pendidikan.
Baca Juga: Transaksi Bale Korpora BTN Tembus Rp 56,8 Triliun per Februari 2026
Selain itu, BTN juga mengandalkan program promosi tematik serta edukasi nasabah guna mendorong peningkatan frekuensi transaksi.
Thomas menambahkan, sejumlah katalis utama yang akan mendorong pertumbuhan transaksi digital ke depan antara lain peningkatan penggunaan pembayaran non-tunai, ekspansi ekosistem digital, serta semakin beragamnya kebutuhan transaksi harian masyarakat.
Baca Juga: Transaksi QRIS BTN Tembus 16 Juta hingga Februari 2026, Melonjak 158% YoY
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













