Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat, pertumbuhan positif pada layanan QRIS Cross Border hingga Agustus 2026. Pertumbuhan tersebut didorong meningkatnya penggunaan transaksi digital oleh nasabah saat bepergian ke luar negeri.
SVP Digital Retail Banking Bank Mandiri Yanto Masyap mengatakan, secara tahunan (year on year/yoy), volume transaksi QRIS Cross Border Bank Mandiri tumbuh sekitar 182%, sedangkan nilai transaksi meningkat sekitar 198% hingga Agustus 2026.
Baca Juga: BCA Perkuat Investasi SDM lewat Program Kesehatan Mata Pelajar
Menurut Yanto, pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin tingginya preferensi nasabah terhadap kemudahan transaksi digital saat berada di luar negeri. Nasabah dapat melakukan pembayaran tanpa perlu menukarkan uang tunai maupun menggunakan kartu internasional.
“Pertumbuhan ini didorong oleh semakin tingginya preferensi nasabah terhadap kemudahan transaksi digital saat bepergian ke luar negeri tanpa perlu menukar uang tunai atau menggunakan kartu internasional,” ujar Yanto kepada kontan.co.id, Kamis (24/9).
Yanto mengatakan, transaksi QRIS Cross Border Bank Mandiri di luar negeri umumnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari wisatawan.
Transaksi tersebut antara lain mencakup pembayaran di merchant ritel, makanan dan minuman (F&B), transportasi, serta berbagai kebutuhan wisata.
Saat ini, layanan QR Antar Negara melalui Livin’ by Mandiri telah dapat digunakan di enam negara mitra, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China (Tiongkok).
Dari sejumlah negara tersebut, transaksi outbound atau transaksi nasabah Indonesia ketika berada di luar negeri paling dominan terjadi di Malaysia. Setelah itu, transaksi terbesar berasal dari Thailand dan Singapura.
“Secara umum, transaksi outbound paling dominan terjadi di Malaysia, diikuti Thailand, dan Singapura, karena ketiga negara tersebut mencatat volume serta frekuensi transaksi tertinggi berkat kedekatan geografis,” jelas Yanto.
Bank Mandiri memperkirakan tren transaksi QRIS Cross Border akan tetap positif hingga akhir 2026. Optimisme tersebut sejalan dengan pertumbuhan transaksi QRIS Antarnegara secara nasional serta meningkatnya mobilitas masyarakat.
Perseroan optimistis volume dan nilai transaksi akan terus meningkat, didukung ekspansi destinasi, peningkatan fitur pada Livin’ by Mandiri, serta berbagai program promosi.
Ke depan, Bank Mandiri berharap layanan QRIS Cross Border dapat semakin mendukung dan memperkuat pengalaman nasabah dalam melakukan transaksi lintas negara.
Untuk mendorong pertumbuhan tersebut, Bank Mandiri akan terus memperluas cakupan negara tujuan sesuai dengan rencana Bank Indonesia. Perseroan juga meningkatkan pengalaman pengguna (user experience) di Livin’ by Mandiri, termasuk melalui integrasi rekening multicurrency.
Selain itu, Bank Mandiri menawarkan berbagai program promosi dan reward bagi nasabah, termasuk Livin’poin bagi nasabah yang melakukan transaksi di luar negeri.
“Perseroan juga terus melakukan edukasi kepada nasabah mengenai kemudahan dan keamanan bertransaksi QRIS di negara mitra,” pungkas Yanto.
Baca Juga: KB Bank (BBKP) Rilis Obligasi Subordinasi Rp 500 Miliar Tawarkan Kupon hingga 9,30%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













