kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.324.000 1,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Tugu Insurance Catat Pendapatan Premi Rp 7,8 Triliun di 2023, Ini Kontribusi Utamanya


Rabu, 28 Februari 2024 / 17:10 WIB
Tugu Insurance Catat Pendapatan Premi Rp 7,8 Triliun di 2023, Ini Kontribusi Utamanya
ILUSTRASI. PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) catat premi Rp 7,8 triliun di 2023


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) mencatat adanya kenaikan kinerja premi sepanjang tahun 2023, hingga awal tahun ini anak usaha PT Pertamina tersebut menyatakan pendapatan premi masih berada di jalur (on track).

Presiden Direktur Tugu Insurance Tatang Nurhidayat menyatakan pendapatan premi bruto perusahaan secara akumulasi meningkat 16,3% year on year (YoY) menjadi Rp 7,8 triliun (unaudited) di tahun 2023.

“Bila merujuk pada data kinerja unaudited 2023, produksi premi kami dikontribusikan utamanya secara berurutan adalah dari Class of Business (CoB) Fire & Property, Misceleneous dan Enggineering. Di mana CoB Fire & Property mendominasi dengan pencatatan (unaudited) sekitar Rp 2,7 triliun,” ujarnya kepada KONTAN, Senin (26/2).

Baca Juga: Saham Asuransi Tugu (TUGU) Melanjutkan Bullish, Begini Rekomendasi dari Analis

Tatang mengungkapkan, memang kinerja premi Tugu Insurance konsisten pada tren yang positif, di mana pada kuartal III-2023 lalu, premi bruto secara konsolidasian Tugu naik sebesar 15% yoy menjadi Rp 5,45 triliun.

“Jika merujuk pada proyeksi industri maupun hasil kinerja di 2023, maka kami optimistis untuk menargetkan adanya pertumbuhan produksi premi di tahun 2024 ini,” tandasnya.

Untuk diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pendapatan premi sektor asuransi meningkat 3,02% yoy menjadi Rp 320,88 triliun di sepanjang tahun 2023. Sementara, akumulasi premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh 20,89% yoy menjadi Rp 143,47 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×