kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Tumbuh 7%, PNM Catat Laba Rp 881,2 Miliar per Semester I 2025


Selasa, 29 Juli 2025 / 18:02 WIB
Tumbuh 7%, PNM Catat Laba Rp 881,2 Miliar per Semester I 2025
ILUSTRASI. Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi


Reporter: Inggit Yulis Tarigan | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama entitas anaknya mencatat laba bersih konsolidasian yang diperoleh selama semester I 2025 mencapai Rp 881,2 miliar.

Jumlah tersebut mengalami kenaikan sekitar 7% dari periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp 823,5 miliar. 

Mengutip laporan keuangan yang terbit di Harian Kontan, Selasa (29/7/2025), pencapaian ini ditopang dengan pendapatan bunga dan syariah yang mencapai Rp 7,61 triliun. Adapun nilai tersebut tumbuh 3,96% secara tahunan (YoY).

Baca Juga: Perkuat Daya Saing dan Jejaring Bisnis, PNM Bawa Nasabah Ikuti Studi Banding UMKM

Sementara itu, pendapatan dari jasa giro, dividen, dan bunga deposito juga mengalami kenaikan hingga 28,83% dari Rp 26,7 miliar menjadi Rp 34,4 miliar. 

Selanjutnya, beban usaha juga ikut meningkat sekitar 2,9% dari Rp 5,35 triliun menjadi Rp 5,51 triliun per Juni 2025.

Baca Juga: PNM Terbitkan Orange Bonds Pertama di Indonesia untuk Pemberdayaan Perempuan

Kemudian total liabilitas PNM mencapai Rp 44,59 triliun, turun tipis 0,4% dibandingkan akhir tahun lalu yaitu Rp 44,8 triliun. Sementara itu, ekuitas justru mengalami pertumbuhan 8,57% menjadi Rp 11,4 triliun dari Rp 10,5 triliun pada tahun sebelumnya.

Dari sisi aset, PNM mencatat jumlahnya meningkat 1,2% secara tahunan menjadi Rp 56 triliun dibandingkan akhir tahun 2024 sebesar Rp 55,3 triliun.

Baca Juga: PNM Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Rekayasa Sosial dan Pembiayaan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×