kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Tumbuh mungil, BII ingin genjot kredit korporasi


Rabu, 31 Juli 2013 / 20:34 WIB
ILUSTRASI. Manfaat Kangkung untuk Kesehatan Tubuh


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) mencatat kenaikan kredit korporasi yang mungil semester pertama ini.

Kredit korporasi BII cuma tumbuh 2% dari Rp 23,3 triliun di semester I tahun 2012 menjadi Rp 23,9 triliun di semester I tahun ini. Meski begitu, BII yakin kredit korporasinya mampu tumbuh 18% pada akhir tahun.

"Kredit korporasi semester kedua akan lebih bagus lagi. Karena kemarin kami sedikit membenahi portofolio," kata Presiden Direktur BII, Dato' Khairussaleh Ramli, di Sentral Senayan, Rabu, (31/7).

Ia bilang, kredit korporasi tersebut tak tumbuh tinggi karena adanya penyesuaian portfolio. Hal itu merupakan upaya BII mengelola risiko kredit secara proaktif.

BII pun mengurangi beberapa sektor kredit yang tak ingin dikembangkan. Misalnya, BII tak mau menyalurkan komoditas trade finance. Sedangkan sektor seperti minyak dan gas, listrik, manufaktur, dan lain-lain, Ramli anggap tak bermasalah.

Dari beberapa sektor tersebut, Ramli menyebutkan. pembagian sektornya terbagi rata. Porsinya dari berbagai sektor kredit tersebut tak ada yang melebihi 5%.

Secara keseluruhan, BII merasa bahwa kredit semester II akan mengalami perlambatan jika dibanding semester pertama. Pada semester pertama, kredit BII berkembang 16% dari Rp 73,5 triliun menjadi Rp 82,5 triliun.

BII pun melakukan revisi target pertumbuhan kredit. Awalnya, bank yang sahamnya dimiliki Maybank Malaysia ini yakin kredit bisa tumbuh 22%.

Namun karena kenaikan suku bunga dan inflasi, BII menurunkan proyeksi pertumbuhan kredit ke posisi 18-20%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×