kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

U-nik merupakan bisnis rugi, ini perhitungan BCA


Senin, 25 September 2017 / 06:35 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengaku bisnis uang elektronik yang ada saat ini belum menghasilkan keuntungan. Hal ini berdasarkan hitung-hitungana bisnis di Flazz.

Jahja Setiaatmaja, Presiden Direktur BCA bilang dari 13 juta kartu Flazz saat ini total dana yang terkumpul sebesar Rp 200 miliar.

"Namun dengan speed sebesar 6% sampai 7% pendapatan di bisnis Flazz dalam satu tahun diperkirakan 18 miliar," kata Jahja, Selasa (19/9).

Dari pendapatan tersebut, bank harus mengeluarkan biaya operasional sebesar Rp 80 miliar. Sehingga bisa dibilang profitnya masih minus.

Beberapa biaya operasional yang harus dikeluarkan BCA di bisnis uang elektronik ini di antaranya adalah perawatan sistem dan EDC.

Secara umum BCA mengakui tidak mencari keuntungan di bisnis uang elektronik ini. Namun bisnis ini ditujukan untuk pelayanan kepada nasabah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×