kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.957   30,00   0,17%
  • IDX 5.845   -97,82   -1,65%
  • KOMPAS100 757   -12,80   -1,66%
  • LQ45 587   -7,70   -1,30%
  • ISSI 201   -4,38   -2,13%
  • IDX30 327   -4,06   -1,23%
  • IDXHIDIV20 421   -2,99   -0,70%
  • IDX80 87   -1,32   -1,49%
  • IDXV30 116   -0,84   -0,72%
  • IDXQ30 108   -0,80   -0,74%

Unitlink Saham Berbasis Dolar AS Cetak Kinerja Positif per September 2026


Kamis, 15 Oktober 2026 / 14:33 WIB
Unitlink Saham Berbasis Dolar AS Cetak Kinerja Positif per September 2026
ILUSTRASI. Ilustrasi unitlink. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Infovesta Utama (Infovesta) mencatat unitlink saham berbasis dolar AS mencatatkan kinerja positif per September 2026.

Head of Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan secara year to date (ytd), unitlink saham berbasis valuta asing mencatat rata-rata return 4,18%.

"Sebanyak 44 dari 72 produk unitlink saham berbasis valuta asing positif. Dengan demikian, data menunjukkan produk berbasis valuta asing memang menjadi penyelamat portofolio tahun ini," ujarnya kepada Kontan, Rabu (14/10).

Sebaliknya, Wawan menerangkan return unitlink saham berbasis domestik rata-rata turun 15,76% per September 2026. 

Baca Juga: Ini 10 Unitlink Saham yang Mencetak Return Tertinggi pada September 2026

Wawan mengatakan unitlink pasar uang berbasis valuta asing, yakni dolar Amerika Serikat (AS), juga mencatat return tertinggi di kategorinya. Dia bilang beberapa produk mencapai 8,6% hingga 8,9% secara year to date. 

Wawan mengungkapkan pelemahan rupiah memberi tambahan imbal hasil saat dikonversi ke rupiah, sehingga wajar apabila minat terhadap produk unitlink berbasis valuta asing meningkat.

Namun, Infovesta mencatat tidak semua produk unitlink berbasis valuta asing positif. Wawan menyebut, unitlink pendapatan tetap berbasis dolar AS justru rata-rata turun 1,53% pada September 2026 dan turun 1,72% per September 2026. 

Ke depannya, Wawan memperkirakan prospek produk unitlink berbasis valuta asing masih menarik sebagai alat diversifikasi. Namun, dia bilang investor juga perlu menyadari risikonya. 

"Apabila rupiah kembali menguat, sebagian keuntungan dari selisih kurs bisa tergerus," tuturnya.

Oleh karena itu, Wawan menyarankan porsi unitlink berbasis valuta asing dapat ditempatkan sebagai pelengkap, bukan pengganti seluruh portofolio rupiah. 

Baca Juga: 10 Unitlink Saham dengan Return Tertinggi hingga September 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×