Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Visa memperbarui Visa Indonesia Security Roadmap untuk memperkuat keamanan dan ketahanan ekosistem pembayaran digital di Indonesia, di tengah semakin berkembangnya risiko penipuan dan ancaman siber.
Pembaruan tersebut diperkenalkan dalam Visa Indonesia Risk Forum yang digelar di Jakarta, Selasa (29/9/2026). Forum yang berlangsung dua kali dalam setahun ini mempertemukan penerbit kartu, acquirer, merchant, regulator, serta mitra ekosistem pembayaran untuk membahas perkembangan risiko dan memperkuat keamanan sistem pembayaran.
Visa Indonesia Security Roadmap pertama kali diperkenalkan pada 2018 dan terus dikembangkan untuk merespons perubahan ancaman keamanan serta kebutuhan industri pembayaran.
Baca Juga: Bangkok Bank dan Permata Bank Dorong Investasi dan Perdagangan Thailand-Indonesia
Dalam pembaruan kali ini, Visa menetapkan lima prioritas utama bagi ekosistem pembayaran Indonesia.
Pertama, memperkuat kemampuan dalam mengantisipasi dan merespons ancaman penipuan berbasis kecerdasan buatan (AI). Kedua, mengembangkan metode autentikasi yang lebih canggih melalui biometrik dan passkey sebagai alternatif kata sandi serta kode OTP.
Ketiga, meningkatkan ketahanan siber dalam menghadapi berbagai ancaman. Keempat, menjaga integritas dan ketahanan sistem untuk mencegah kegagalan maupun serangan siber. Kelima, mempersiapkan ekosistem menghadapi tantangan keamanan di masa depan, termasuk risiko yang berkaitan dengan post-quantum cryptography.
Country Manager Visa Indonesia Vira Widiyasari mengatakan, perkembangan ekonomi digital membuat keamanan dan kepercayaan konsumen dalam setiap transaksi semakin penting.
"Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, kebutuhan untuk menjaga kepercayaan konsumen dan keamanan dalam setiap transaksi menjadi semakin penting," ujar Vira dalam siaran pers, Selasa (29/9).
Menurutnya, penyempurnaan roadmap tersebut mencerminkan komitmen Visa untuk bekerja sama dengan mitra industri dalam memperkuat fondasi ekosistem pembayaran Indonesia.
Baca Juga: Penyaluran Pembiayaan Digital BRI Finance Tumbuh 65% hingga Agustus 2026
Dalam forum tersebut, Visa dan pelaku industri juga membahas perkembangan risiko pembayaran, termasuk modus penipuan yang semakin canggih serta penipuan pada transaksi tanpa kehadiran fisik kartu (card-not-present fraud).
Diskusi juga menyoroti pemanfaatan machine learning, risk intelligence, dan data tingkat lanjut untuk memperkuat sistem keamanan tanpa mengurangi kelancaran pengalaman pembayaran bagi konsumen.
Head of Risk Visa Indonesia Nitia mengatakan, industri pembayaran perlu mengantisipasi ancaman yang sudah ada sekaligus mempersiapkan diri menghadapi risiko baru.
"Pembaharuan Visa Indonesia Security Roadmap memberikan kerangka strategis bagi ekosistem untuk memperkuat pencegahan penipuan, meningkatkan ketahanan siber, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan keamanan generasi berikutnya," ujarnya.
Visa menyebut, roadmap tersebut disusun melalui dialog dengan lembaga keuangan, merchant, penyedia layanan pembayaran, dan pemangku kepentingan industri.
Melalui kolaborasi lintas industri, Visa mendorong pertukaran pengetahuan dan inovasi untuk membantu pelaku industri mengelola risiko yang berkembang, memperkuat perlindungan konsumen, serta menjaga kepercayaan terhadap transaksi digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














