kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   -18.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.741   18,00   0,10%
  • IDX 6.406   -95,98   -1,48%
  • KOMPAS100 833   -14,48   -1,71%
  • LQ45 633   -9,40   -1,46%
  • ISSI 225   -3,43   -1,50%
  • IDX30 354   -4,60   -1,28%
  • IDXHIDIV20 432   -4,21   -0,97%
  • IDX80 95   -1,63   -1,69%
  • IDXV30 120   -1,45   -1,19%
  • IDXQ30 113   -1,10   -0,97%

Waspada Scam Makin Marak, BNC Bagikan 5 Cara Lindungi Diri


Rabu, 26 Agustus 2026 / 17:55 WIB
Waspada Scam Makin Marak, BNC Bagikan 5 Cara Lindungi Diri
ILUSTRASI. Customer Service Bank Neo Commerce Melayani Nasabahnya (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan transaksi dan aktivitas digital turut meningkatkan risiko kejahatan siber, termasuk penipuan digital atau scam.

Modus yang digunakan pelaku pun semakin beragam, mulai dari menyamar sebagai pihak tertentu hingga mengirimkan tautan palsu untuk mencuri data pribadi.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan, kerugian akibat spam dan scam di Indonesia mencapai sekitar Rp7,5 triliun berdasarkan laporan Global Anti-Scam Alliance (GASA).

Baca Juga: Tabungan Haji dan Umrah BSI Tembus Rp 16,7 Triliun pada Semester I-2026

Sementara itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) telah menerima 432.637 laporan penipuan sejak beroperasi pada 22 November 2024 hingga 14 Januari 2026.

Total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp9,1 triliun. Dari jumlah tersebut, dana yang berhasil diblokir mencapai Rp436,88 miliar.

Melihat tingginya risiko tersebut, PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) membagikan lima langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah menjadi korban scam.

Pertama, jangan mudah percaya informasi. Pelaku scam kerap menggunakan identitas atau cerita yang meyakinkan untuk membuat korban panik maupun tergiur. Karena itu, masyarakat perlu melakukan verifikasi sebelum mengambil keputusan penting.

Kedua, hindari tautan mencurigakan. Tautan yang dikirim melalui SMS, WhatsApp, email, maupun media sosial dapat mengarahkan korban ke situs palsu yang bertujuan mencuri data pribadi. Pastikan alamat situs berasal dari sumber resmi sebelum membukanya.

Baca Juga: Kredit UMKM Mulai Pulih, Bank Besar Genjot Penyaluran hingga Akhir 2026

Ketiga, jaga data rahasia. Informasi seperti One Time Password (OTP), kode verifikasi, dan informasi kartu merupakan data pribadi yang tidak boleh diberikan kepada pihak lain. Hal ini termasuk kepada pihak yang mengaku sebagai perwakilan bank atau perusahaan resmi.

Keempat, lakukan verifikasi sebelum transfer. Masyarakat sebaiknya tidak terburu-buru memenuhi permintaan pembayaran atau transfer yang mencurigakan. Konfirmasi terlebih dahulu melalui kontak resmi pihak terkait untuk memastikan permintaan tersebut benar.

Kelima, laporkan dan blokir akun mencurigakan. Jika menemukan indikasi scam, masyarakat disarankan menyimpan bukti, seperti tangkapan layar, nomor telepon, nomor rekening, maupun akun pelaku. Bukti tersebut selanjutnya dapat dilaporkan melalui platform terkait atau kanal resmi yang tersedia.

Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono mengatakan, upaya pemberantasan scam tidak hanya dilakukan setelah penipuan terjadi, tetapi juga harus mengedepankan aspek pencegahan.

Baca Juga: Bank CIMB Niaga Bidik Pertumbuhan Kredit SME hingga 8% pada 2026

“Pemberantasan scam bukan hanya tentang bagaimana kita merespons ketika penipuan terjadi, tetapi bagaimana kita membangun sistem yang mampu mencegahnya sejak awal,” ujar Eri dalam siaran pers, Rabu (26/8/2026).

Menurut Eri, sebagai bank yang mengembangkan layanan digital, BNC memiliki tanggung jawab untuk memperkuat teknologi keamanan, meningkatkan kemampuan mendeteksi transaksi mencurigakan, serta mengedukasi masyarakat mengenai risiko penipuan digital.

BNC juga menyediakan berbagai informasi dan panduan terkait keuangan, mulai dari menabung, investasi hingga keamanan digital melalui situs resmi, media sosial resmi perseroan, serta aplikasi mobile banking neobank.

Upaya tersebut sejalan dengan kampanye OJK melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Baca Juga: Laba Bank Sampoerna Melesat 41% pada Semester I-2026

Eri menambahkan, pemberantasan scam membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Perbankan tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan regulator, aparat penegak hukum, penyedia teknologi, dan masyarakat.

“Kami percaya bahwa melawan scam membutuhkan kolaborasi, dan bank tidak dapat bekerja sendiri. Sinergi antara industri perbankan, regulator, aparat penegak hukum, penyedia teknologi, dan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat menjadi kunci untuk mempersempit ruang gerak penipuan,” pungkas Eri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×