kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   -18.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.741   18,00   0,10%
  • IDX 6.406   -95,98   -1,48%
  • KOMPAS100 833   -14,48   -1,71%
  • LQ45 633   -9,40   -1,46%
  • ISSI 225   -3,43   -1,50%
  • IDX30 354   -4,60   -1,28%
  • IDXHIDIV20 432   -4,21   -0,97%
  • IDX80 95   -1,63   -1,69%
  • IDXV30 120   -1,45   -1,19%
  • IDXQ30 113   -1,10   -0,97%

Piutang Pembiayaan Syariah Industri Multifinance Tumbuh 9,14% pada Semester I-2026


Rabu, 26 Agustus 2026 / 18:48 WIB
Piutang Pembiayaan Syariah Industri Multifinance Tumbuh 9,14% pada Semester I-2026
ILUSTRASI. Imbas Kondisi Perekonomian pada Kredit Macet Kendaraan Bermotor (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan pertumbuhan piutang pembiayaan syariah industri multifinance tumbuh 9,14% atau sebesar Rp31,98 triliun pada semester I-2026.

Sejalan dengan itu, sejumlah pemain industri multifinance juga mencatatkan tren pertumbuhan yang sama positifnya dengan industri.

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencatatkan pembiayaan syariah sebesar Rp5,4 triliun hingga Juni 2026. Selain itu, PT BFI Finance Indonesia Tbk juga mencatat piutang yang dikelola tumbuh sebesar 7,9% year on year (YoY) pada semester I-2026.

Baca Juga: CNAF Sebut BI Rate Ditahan 5,75% Bukan Jadi Pertimbangan Utama Menerbitkan Obligasi

Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai pembiayaan syariah memiliki ruang yang lebih kuat di segmen pembiayaan ritel, kendaraan bekas, dan kebutuhan rumah tangga.

“Menurut saya, pertumbuhan tersebut tidak semata karena basisnya masih kecil, tetapi juga karena syariah memiliki ruang yang lebih kuat di pembiayaan ritel, kendaraan bekas, dan kebutuhan rumah tangga, ketika pembiayaan kendaraan konvensional justru masih tertekan,” jelasnya kepada Kontan, Rabu (26/8/26).

Meski pada paruh pertama 2026 sejumlah momentum, seperti Ramadan, hari raya, umrah, dan haji serta kebutuhan konsumsi turut mendorong pembiayaan syariah, tetapi faktor musiman dinilai belum cukup untuk menjelaskan faktor pertumbuhan tersebut.

Hematnya, tren pembiayaan syariah justru sudah terlihat sejak tahun lalu yang menurut Yusuf dapat dilihat sebagai bentuk preferensi nasabah akan pembiayaan berbasis syariah. 

Di sisi lain, produk pembiayaan berbasis syariah juga kian beragam dan distribusinya lebih luas. Selain itu, pembiayaan berbasis murabahah juga relatif mudah dipahami dan banyak digunakan untuk kendaraan serta kebutuhan rumah tangga.

Meski demikian, ia memperkirakan pembiayaan syariah pada semester II-2026 akan tumbuh lebih moderat.

“Untuk semester kedua, saya melihat pertumbuhannya masih positif, tetapi kemungkinan sedikit lebih moderat karena tidak ada lagi dorongan Ramadan dan Lebaran,” katanya.

Segmen pembiayaan umrah, kendaraan bekas, dan pembiayaan ritel dinilai masih akan jadi penopang pembiayaan di saat industri secara keseluruhan masih menghadapi tantangan daya beli dan kualitas kredit.

Dengan kondisi itu, ia menilai pembiayaan syariah multifinance berpeluang tetap tumbuh di kisaran high single digit hingga low double digit sampai akhir tahun atau masih lebih tinggi dibanding pertumbuhan industri multifinance secara keseluruhan.

Kendati demikian, tetap ada tantangan yang patut dicermati industri yakni menjaga kualitas pembiayaan agar pertumbuhan tidak hanya sekadar mengejar volume saja, terutama ketika risiko kredit di industri sedang meningkat.

Baca Juga: Tabungan Haji dan Umrah BSI Tembus Rp 16,7 Triliun pada Semester I-2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×