kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

AAJI menilai anggotanya belum perlu tambah modal


Jumat, 28 Agustus 2015 / 22:15 WIB
AAJI menilai anggotanya belum perlu tambah modal


Reporter: Mona Tobing | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta industri asuransi untuk menambah modal terkait melemahnya mata uang Rupiah terhadap Dollar. Namun, pelaku asuransi jiwa menilai penambahan modal saat ini belum terlalu dibutuhkan sekalipun terjadi penurunan risk based capital (RBC) perusahaan asuransi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).

Menurutnya, saat ini rata-rata RBC perusahaan asuransi jiwa masih di atas 420%, alias masih di jauh di atas ketentuan minimum OJK yang sebesar 120%. Meskipun begitu memang diakui Togar ada sedikit penurunan RBC industri dari sebelumnya 500%.

"Tapi kondisi ini terjadi karena faktor eksternal. Bukan karena salah kelolaan dari perusahaan. Jadi perusahaan saat ini masih cukup kuat dan bagus," tandas Togar pada Jumat (28/8). Ia optimis kondisi saat ini hanya bersifat sementara dan akan kembali pulih.

Sebelumnya, OJK merilis ada empat sampai lima perusahaan asuransi jiwa yang mengalami penurunan modal akibat melemahnya mata uang Rupiah terhadap Dollar. Sedangkan perusahaan asuransi umum yang mengalami penurunan modal sebanyak tiga perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×