kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Ada Rencana Konsolidasi Asuransi BUMN, Asei Beberkan Dampaknya bagi Industri Asuransi


Jumat, 13 Februari 2026 / 13:08 WIB
Ada Rencana Konsolidasi Asuransi BUMN, Asei Beberkan Dampaknya bagi Industri Asuransi
ILUSTRASI. Rencana BPI Danantara pangkas 15 asuransi BUMN jadi 3 entitas akan ubah peta industri. Cari tahu apa artinya bagi pasar asuransi nasional. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menargetkan perombakan besar terhadap struktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tak terkecuali sektor asuransi.

Dalam suatu acara ekonomi pada Rabu (11/2/2025), COO BPI Danantara Dony Oskaria mengatakan jumlah perusahaan asuransi BUMN akan dipangkas atau dikonsolidasikan dari 15 menjadi 3 entitas, yakni asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit.

Mengenai hal itu, PT Asuransi Asei Indonesia menyebut konsolidasi di asuransi BUMN akan membawa dampak bagi industri asuransi nasional.

Direktur Utama Asuransi Asei Dody Dalimunthe mengatakan struktur industri asuransi akan lebih terkonsolidasi, sehingga akan menciptakan pemain besar dengan skala dominan di masing-masing lini bisnis.

"Hal itu dapat meningkatkan konsentrasi pasar, memperkuat posisi BUMN sebagai market leader, dan berpotensi mendorong konsolidasi lanjutan di sektor swasta," ungkapnya kepada Kontan, Kamis (12/2/2026).

Baca Juga: Ini Respons Asei Soal Danantara Bakal Lakukan Konsolidasi Asuransi BUMN

Dony menyebut dampak lainnya, yaitu peningkatan standar tata kelola, yang mana entitas besar cenderung diawasi lebih ketat dan memiliki governance framework yang lebih kuat. Ditambah, dapat memberikan kompetisi yang lebih sehat.

"Dengan struktur yang lebih jelas baik jiwa, umum, dan kredit, maka kompetisi menjadi berbasis spesialisasi, bukan fragmentasi," kata Dody.

Lebih lanjut, Dody memandang rencana konsolidasi BUMN sektor asuransi sebagai bagian dari agenda strategis pemerintah untuk memperkuat struktur industri melalui streamlining, peningkatan efisiensi, dan penguatan permodalan.

Dia mengatakan secara prinsip, konsolidasi adalah instrumen kebijakan korporasi yang sah dalam rangka meningkatkan skala ekonomi atau economies of scale, memperkuat kapasitas underwriting dan risk retention, mengurangi duplikasi fungsi dan biaya operasional.

"Ditambah, meningkatkan daya saing global, khususnya dalam pembiayaan perdagangan dan proteksi risiko ekspor," ucapnya.

Dody menambahkan bagi Asei sebagai perusahaan asuransi milik negara yang memiliki core business pada asuransi perdagangan ekspor maupun domestik, aspek yang paling krusial adalah kejelasan posisi bisnis pascakonsolidasi.

Baca Juga: Asei: Kenaikan Batas Investasi Dapen dan Asuransi Menjadi 20% Perkuat Pasar Modal

Dia bilang ada beberapa prinsip yang menjadi perhatian Asei, yakni konsolidasi harus tetap menjaga diferensiasi model bisnis antara asuransi kredit, asuransi umum komersial, dan fungsi strategic trade credit.

Selain itu, merger harus menghasilkan entitas dengan struktur permodalan yang lebih kuat dan Risk Based Capital (RBC) yang sehat. Kemudian, proses integrasi harus dikelola dengan disiplin tata kelola agar tidak menimbulkan disrupsi operasional dan risiko transisi.

"Selain itu, kepentingan pemegang polis, terutama UMKM dan eksportir, harus tetap menjadi prioritas. Pada prinsipnya, Asei siap mendukung kebijakan pemegang saham sepanjang desain merger memperkuat fungsi strategis perusahaan dalam mendukung pembiayaan perdagangan nasional," tuturnya.

Berdasarkan laporan keuangan di situs resmi perusahaan, Asei membukukan pendapatan premi sebesar Rp 674,17 miliar per akhir 2025. Adapun aset perusahaan tercatat sebesar Rp 2,69 triliun dan ekuitas sebesar Rp 361,26 miliar per akhir 2025.

Selanjutnya: Inilah Daftar 10 Unitlink Saham dengan Return Tertinggi Januari 2026

Menarik Dibaca: Promo Es Krim Alfamart Spesial Valentine, Beli 1 Gratis 1 dan Beli 2 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×