KEUANGAN
Berita
Bank Mega-BPD Sulut cobranding kartu kredit

KERJA SAMA KREDIT

Bank Mega-BPD Sulut cobranding kartu kredit


Telah dibaca sebanyak 802 kali
Bank Mega-BPD Sulut cobranding kartu kredit

JAKARTA. PT Bank Mega Tbk (MEGA) melakukan sinergi dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Utara (Sulut) untuk kartu kredit co-branding. Jika mendapatkan izin dari Bank Indonesia (BI), dua bank milik Chairul Tanjung (CT) ini meluncurkan alat bayar kartu pada tahun 2013.

Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Tayib menyampaikan, pihaknya memperlebar bisnis perbankan dengan cara menggandeng BPD yang dimiliki CT Corp. Sektor yang dibidik adalah kredit konsumer seperti kartu kredit.

"Bank Daerah punya banyak nasabah di daerah tersebut dan pegawai negeri," kata Kostaman, Selasa (28/5).

Senior Vice President (SVP) Sale Marketing Bank Mega, Kemal Alamsyah, mengatakan, Bank Mega telah mengajukan izin ke BI pada semester I/2013. Nah, setelah BI memberikan izin, pihaknya akan segera memasarkan produk kartu kredit co-branding ke nasabah-nasabah BPD Sulut.

"Kami belum tahu bulan apa akan meluncurkan kartu kredit co-branding itu, saat ini masih menunggu dari BI," ucapnya.

Menurutnya, memperoleh izin kerjasama kartu kredit co-branding ini sulit, karena kedua belah pihak harus memperoleh target penerbitan kartu minimal 25.000 kartu, jika di bawah itu maka kedua perusahaan akan merugi sebab biaya yang dikeluarkan besar. "Penerbitan kartu kredit co-branding ini harus menguntungkan kedu belah pihak," ucapnya.

Telah dibaca sebanyak 802 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..