: WIB    --   
indikator  I  

Bank Mutiara targetkan NPL di bawah 3%

Bank Mutiara targetkan NPL di bawah 3%

JAKARTA. PT Bank Mutiara Tbk yang dulu bernama Bank Century terus berupaya menekan angka rasio kredit macet atau nonperforming loan (NPL). Hingga akhir tahun 2010, mereka menargetkan NPL bisa ditekan hingga di bawah 3%.

Direktur Utama Bank Mutiara Maryono mengatakan, posisi net NPL Bank Mutiara pada akhir semester I-2010 sebesar 5,03%. Angka itu sudah jauh menurun dibandingkan dengan akhir tahun 2008 ketika pertama kali bank itu ditangani Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) yang sebesar 10,42%. "Kami berhasil menekan NPL secara signifikan hanya dalam waktu satu setengah tahun," ungkap Maryono.

Dengan angka NPL yang masih melebihi batas 5% itu, Bank Mutiara saat ini masih dalam status pengawasan intensif Bank Indonesia (BI). Untuk itu, Maryono mengatakan Bank Mutiara terus berupaya menurunkan NPL agar mereka bisa keluar dari pengawasan intensif BI. "Kami harapkan hingga akhir tahun NPL bisa di bawah 3%," katanya.

Untuk menekan NPL, Maryono menyebutkan ada beberapa langkah yang akan ditempuh. Langkah yang akan ditempuh Bank Mutiara diantaranya dengan melakukan percepatan lelang aset agunan bagi kreditur nakal. Menurutnya, sebagian besar kredit macet merupakan kredit yang terkait dengan pemilik lama. Karena itulah, Bank Mutiara banyak menghadapi kendala dalam melakukan eksekusi aset agunan. Apalagi, mekanisme pemberian kredit yang dilakukan oleh manajemen lama banyak yang tidak sesuai aturan yang semestinya.

Selain itu, Bank Mutiara juga akan menawarkan restrukturisasi bagi nasabah yang masih memiliki itikad baik dan profile keuangan yang cukup. "Sudah ada beberapa komitmen, mereka siap untuk restrukturisasi," jelas Maryono.

Sekedar catatan, pada tahun 2009 lalu Bank Mutiara sudah berhasil melakukan restrukturisasi beberapa kredit korporasi antara lain utang PT Citra Senantiasa Abadai senilai US$ 19,99 juta, utang milik PT Selalang Prima Internasional senilai Rp 16,499 juta dan tagihan L/C kepada PT Trio Irama sebesar US$ 10,999 juta.


Reporter Sofyan Nur Hidayat
Editor Uji Agung Santosa

KINERJA BANK MUTIARA

Feedback   ↑ x
Close [X]