KEUANGAN
Berita
Jaya Proteksi Takaful Meluncur April 2010

RENCANA BISNIS ASURANSI JAYA PROTEKSI

Jaya Proteksi Takaful Meluncur April 2010


Telah dibaca sebanyak 1769 kali
Jaya Proteksi Takaful Meluncur April 2010

JAKARTA. PT Asuransi Jaya Proteksi (AJP) mengincar perolehan premi tahun ini sebesar Rp 800 miliar. Angka itu meningkat 20% dibandingkan perolehan premi di 2009 yang sekitar Rp 663 miliar.

Direktur AJP Nicolaus Prawiro mengatakan, untuk mencapai target tersebut, AJP akan menambah jumlah kantor cabang dan masuk ke bisnis asuransi syariah.

Dalam waktu dekat AJP segera meresmikan kantor di Palembang. Selanjutnya ekspansi ke Pontianak, Purwokerto, Solo dan Manado. Manajemen belum bisa memastikan jumlah kantor baru yang akan berdiri karena tergantung pada kebutuhan. Saat ini AJP memiliki enam kantor cabang di Bogor, Kediri, Cirebon, Makasar, Samarinda, dan Lampung.

Selain memperluas pasar, AJP juga akan menciptakan produk baru. "Tapi apa bentuknya belum bisa kami beberkan saat ini," katanya.
Yang sudah jelas baru rencana membuka unit syariah. Manajemen akan meluncurkannya pada April 2010. Nama perusahaannya PT Jaya Proteksi Takaful.

Bos unit syariah ini adalah Yudha Pratama, yang sebelumnya menjabat sebagai Head of Syariah PT Asuransi Allianz Utama Indonesia. "Untuk direksi lain, kami masih menunggu proses fit & proper test di Kementerian Keuangan," katanya.

Berdasarkan laporan keuangan yang belum diaudit, sepanjang 2009, AJP meraup premi Rp 663 miliar. Angka ini naik 20% dibandingkan perolehan premi 2008 sebesar Rp 554 miliar.

Penyumbang pendapatan premi AJP sebagian besar dari bisnis asuransi properti. "Porsinya 49%," kata Nico. Porsi premi asuransi kendaraan mencapai 41%. Sisanya dari asuransi pengangkutan atau marine cargo.

Dana investasi AJP sebagian besar ditempatkan di deposito. Nilainya Rp 230 miliar atau sekitar 53% dari total kelolaan. Deposito itu tersebar di 30 bank. “Tahun ini kami tetap fokus investasi di deposito. Sebab dengan cara itu kami harapkan ada resiprokal bisnis dari bank,” katanya.

Bentuk resiprokal atau timbal balik itu, bank tempat membuka deposito mendaftar menjadi peserta asuransi di Jaya Proteksi. “Meskipun rate-nya (bunga) rendah, ada kontribusi pendapatan premi dari bank, sehingga dengan demikian, AJP tetap bisa tumbuh,” tuturnya.

Editor: Johana Ani K.
Sumber: KONTAN
Telah dibaca sebanyak 1769 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..