kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Dapen BCA Masih Andalkan SBN sebagai Instrumen Utama di Tahun 2026


Jumat, 13 Februari 2026 / 19:51 WIB
Dapen BCA Masih Andalkan SBN sebagai Instrumen Utama di Tahun 2026
ILUSTRASI. Dana Pensiun (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA (DPBCA) menilai industri dana pensiun masih akan tetap mengandalkan Surat Berharga Negara (SBN) dalam menempatkan investasi pada tahun ini.

Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno mengatakan SBN akan tetap menjadi instrumen utama portofolio karena karakteristiknya yang relatif rendah risiko. 

"Ditambah, sesuai dengan kewajiban jangka panjang dana pensiun, serta memenuhi ketentuan regulasi," ucapnya kepada Kontan, Kamis (12/2/2026).

Meskipun demikian, Budi menilai arah perubahan porsi SBN bagi dana pensiun ditentukan berbagai faktor. Menurutnya, penyesuaian alokasi akan mempertimbangkan kondisi pasar, arah suku bunga, valuasi, serta kebutuhan likuiditas. 

Baca Juga: Ini Respons AAUI Soal Adanya Rencana Konsolidasi Asuransi BUMN

Jika yield berada pada level yang menarik dan memberikan margin of safety yang memadai, porsi SBN dapat dipertahankan atau ditingkatkan secara selektif. 

"Sebaliknya, jika terdapat peluang di instrumen lain dengan profil risiko yang sesuai, alokasi dapat disesuaikan secara proporsional," ungkapnya.

Sementara itu, Budi mengatakan strategi investasi Dapen BCA tahun ini tetap berfokus pada keseimbangan antara imbal hasil dan pengelolaan risiko. Dia menyebut pihaknya melakukan pengaturan durasi portofolio secara hati-hati, menjaga likuiditas untuk kebutuhan pembayaran manfaat, serta memanfaatkan level yield yang lebih tinggi untuk memperkuat imbal hasil jangka panjang.

"Penempatan pada obligasi korporasi berkualitas dan saham tetap dilakukan secara selektif dalam koridor manajemen risiko yang disiplin, sehingga struktur portofolio tetap stabil menghadapi volatilitas pasar," ucap Budi.

Budi menyampaikan per Januari 2026, alokasi investasi di instrumen SBN tercatat sebesar 39% dari total investasi Dapen BCA.

Selanjutnya: Arus Petikemas IPC TPK Tumbuh 6,82% di Awal 2026, Logistik Nasional Menguat

Menarik Dibaca: 12 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari jika Ingin Berat Badan Turun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×