KEUANGAN
Berita
Menghindari sanksi GWM-LDR, Bank Mutiara mengerem pertumbuhan DPK

ATURAN GWM-LDR

Menghindari sanksi GWM-LDR, Bank Mutiara mengerem pertumbuhan DPK


Telah dibaca sebanyak 1881 kali
Menghindari sanksi GWM-LDR, Bank Mutiara mengerem pertumbuhan DPK

JAKARTA. Tenggat waktu pemenuhan aturan giro wajib minimum (GWM) yang dikaitkan rasio pinjaman terhadap simpanan alias (LDR) tinggal dua pekan lagi. Perbankan bersiap melakukan berbagai aksi menyambut aturan tersebut.

Salah satunya Bank Mutiara, yang kini memiliki LDR di kisaran 72%, atau di luar batas ideal 78% - 100%. Agar tak terkena sanksi menyetor GWM penalti sebesar 0,1%, bank yang dahulu bernama Bank Century ini akan mengerem pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK).

Manajemen bank Mutiara juga merasa perlu membatasi DPK, karena tahun lalu DPK Bank Mutiara tumbuh hingga 50%, sementara pertumbuhan kredit hanya 29,7%. Artinya, likuiditas saat ini sudah cukup tinggi, sehingga tak ada alasan terlalu jor-joran menyedot dana dari masyarakat.

Maka itu, tahun ini Mutiara hanya menargetkan pertumbuhan DPK 22%. Adapun pertumbuhan kredit diharapkan 57%. "Setelah DPK kita tumbuh pesat, tahun ini kita akan berbalik bagaimana meningkatkan pertumbuhan kredit yang lebih besar," kata Maryono, Direktur Utama Bank Mutiara, pekan lalu.

Maryono mengestimasi, untuk mengejar ketentuan LDR 78% pada Maret 2011 mendatang, pihaknya harus mampu menyalurkan kredit sebesar Rp 1,2 triliun dalam triwulan pertama 2011 ini.

Untuk mencapai target tersebut, manajemen akan memfokuskan ekspansi kredit ke sektor UMKM. Salah satu strateginya, meningkatkan penyaluran kredit melalui BPR-BPR di Jawa Tengah yang menginduk ke Bank Mutiara.

April 2011 kelak Mutiara akan membuka kantor cabang baru di Semarang. Pembukaan cabang ini sebagai wujud keseriusannya menjadi bank induk atau Apex Bank 110 BPR di provinsi tersebut.

Bank Central Asia (BCA) juga berupaya mengerem DPK demi menghindari penalti GWM LDR. Namun, BCA sudah menyiapkan penalti jika upaya menekan DPK tak juga berhasil mengatrol LDR. BCA memilih bersikap hati-hati dalam ekspansi kredit demi menghindari potensi kenaikan rasio kredit bermasalah (NPL).

Telah dibaca sebanyak 1881 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Simak sektor mana saja yang prospektif!

    +

    Sejak awal tahun hingga 22 September 2014, saham-saham sektor perbankan memberikan return terbesar.

    Baca lebih detail..

  • Meramal gerak IHSG setelah rekor

    +

    Analis berbeda pendapat soal prospek kinerja IHSG ke depannya.

    Baca lebih detail..