: WIB    —   
indikator  I  

Minna Padi batal RUPSLB, ini penjelasannya

Minna Padi batal RUPSLB, ini penjelasannya

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk membatalkan agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang semula akan digelar Rabu (22/11).

Mengutip pemberitahuan tertulis atas nama Direksi Minna Padi, hari ini, RUPSLB harus ditunda lantaran pihaknya masih memerlukan perubahan dan tambahan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Head of Strategic and Corporate Planning Minna Padi Harry Danardojo mengatakan, beberapa hal yang perlu dipenuhi oleh pihak Minna Padi kepada OJK antara lain terkait dengan pemenuhan perizinan dari OJK Pasar Modal.

"Ada beberapa hal yang perlu diselaraskan baik. Kami sudah penuhi ketentuan dari OJK perbankan, tapi ada beberapa hal yang harus dipenuhi di sisi pasar modal," katanya kepada Kontan.co.id, Rabu (22/11).

Karena hal tersebut, Harry menyebut, pihaknya terpaksa menunda rencana RUPS-LB. Adapun, pihak Minna Padi menyebut terkait urusan perizinan akan dapat rampung paling tidak 1-2 minggu ke depan.

Saat ini, Minna Padi tengah memenuhi perizinan untuk beberapa agenda rapat. Salah satunya mengenai penyertaan modal kepada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Selain itu, perusahaan berkode saham PADI ini juga tengah mengurus persetujuan OJK terkait pergantian kursi manajemen PADI. "Ada juga satu permintaan dari mereka (OJK) untuk melakukan pengisian data bahwa kami ingin investasi di BMI (Bank Muamalat)," imbuh Harry.

Terkait dengan pengumpulan dana alias fund raising, Harry menuturkan, sejauh ini ada beberapa perubahan skema. Salah satu yang memungkinkan melalui obligasi subordinasi yang akan dilakukan Minna Padi. Hanya saja nantinya subdebt ini harus dapat dikonversi menjadi saham.

"Tadinya kami ingin masukin begitu saja (modal) ke dalam reserve capital atau uang setoran modal. Tapi ada penyesuaian, kalaupun tidak bisa mungkin bentuknya subdebt," jelasnya.

Kendati agenda RUPSLB batal, PADI tetap optimistis rencana akuisisi Bank Muamalat dapat rampung pada akhir tahun 2017. Yang jelas, saat ini PADI tengah mengupayakan untuk mengamankan rasio kecukupan modal alias capital adequacy ratio (CAR) Bank Muamalat.

"Terpenting adalah tier 1 capital Bank Muamalat kita bisa penuhhi dulu, paling tidak CAR bisa tumbuh lagi," ungkapnya.

Sebelumnya, manajemen Minna Padi telah mengumumkan bahwa pihaknya telah membentuk kesepakatan perjanjian pengambilalihan saham Bank Muamalat. PADI akan bertindak sebagai pembeli siaga melalui skema rights issue Muamalat.

Nilai rights issue ini mencapai nilai Rp 4,5 triliun. Nantinya, jumlah saham bank syariah pertama di Indonesia ini yang akan dimiliki PADI sedikitnya 51% dari seluruh modal yang disetor Bank Muamalat.


Reporter Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang
Editor Dupla Kartini

AKUISISI

Feedback   ↑ x