KEUANGAN
Berita
Mobil murah, bisnis multifinance merekah

INDUSTRI PEMBIAYAAN

Mobil murah, bisnis multifinance merekah


Telah dibaca sebanyak 1274 kali
Mobil murah, bisnis multifinance merekah

JAKARTA. Perusahaan pembiayaan mobil boleh dibilang paling optimistis menetapkan target tahun ini. Padahal, masih banyak kekhawatiran, adanya pelambatan pertumbuhan akibat krisis finansial yang tak kunjung usai.

PT Mandiri Tunas Finance (MTF), berani mematok target pembiayaan sebesar Rp 8,8 triliun, atau tumbuh 24% dibandingkan tahun lalu. Direktur MTF, Harjanto Tjitohardjojo mengatakan, optimisme itu didukung rencana beberapa produsen otomotif merilis mobil dengan harga di bawah Rp 150 juta tahun ini.

Kesempatan ini memberi peluang buat perusahaan pembiayaan. "Kami optimistis, mobil murah bisa meningkatkan pertumbuhan bisnis," kata Harjanto, Senin (9/1).

MTF sudah menyiapkan jurus untuk menggapai target ini. Salah satunya, berani menyasar penjualan mobil di tengah kota. Selama ini, MTF lebih banyak bermain di daerah pinggiran.

Selain itu, MTF mengantisipasi risiko kredit macet, dengan mengurangi masa tenor kredit. MTF kini menghapuskan tenor empat tahun. "Sudah berlaku untuk mobil komersial seperti pick-up dan truk," sambung dia.

Harjanto mengakui, pemangkasan tenor ini akan berpengaruh pada permintaan. Namun, perusahaan sudah mengantisipasi dengan pilihan pembayaran uang muka.

Nasabah diperkenankan memilih pembayaran uang muka 20% untuk tenor 3 tahun, dengan bunga 5,95%. Semakin besar pembayaran uang mukanya, semakin rendah bunganya.

Dengan skema tersebut, Harjanto yakin, bisa melampaui pembiayaan tahun lalu yang sebesar Rp 7,1 triliun.Sebagai tambahan, komposisi pembiayaan MTF tahun lalu, 94% mobil baru dan bekas, 3,5% pembiayaan sepeda motor, dan 2,5% pembiayaan alat berat. Menurut Harjanto, porsi ini tidak akan berubah.

Mobil murah juga akan menjadi salah satu andalan Adira Dinamika Multi Finance meningkatkan pertumbuhan pembiayaan mobil. Direktur Pemasaran Adira, Hafid Hadeli mengatakan, rata-rata harga mobil yang dibiayai lewat Adira seharga Rp 130 juta. "Adanya mobil murah sudah pasti akan memberi benefit bagi pembiayaan," tegasnya.

Tahun ini, anak usaha Bank Danamon tersebut menargetkan, bisnis pembiayaan mobil bisa mencapai Rp 13 triliun. Angka ini tumbuh 10% dibandingkan pencapaian tahun lalu. Target ini terhitung konservatif, mengingat, pertumbuhan pembiayaan mobil Adira tahun lalu sebesar 38% menjadi Rp 12 triliun.

Editor: Edy Can
Telah dibaca sebanyak 1274 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..