kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 17.760   7,00   0,04%
  • IDX 6.592   66,52   1,02%
  • KOMPAS100 865   13,12   1,54%
  • LQ45 655   10,71   1,66%
  • ISSI 230   1,08   0,47%
  • IDX30 366   5,86   1,63%
  • IDXHIDIV20 452   9,14   2,06%
  • IDX80 99   1,55   1,60%
  • IDXV30 125   1,45   1,17%
  • IDXQ30 117   2,14   1,87%

Multifinance memaksimalkan utang dari bank asing


Jumat, 07 Juni 2013 / 09:57 WIB
ILUSTRASI. eldo.christoffel-Panel Surya dokumentasi dari PT Sky Energy Indonesia Tbk. JSKY Nilai Pemanfaatan Panel Surya Dapat Kurangi Tagihan Listrik


Reporter: Mona Tobing

JAKARTA. Perusahaan pembiayaan mulai menyukai mengajukan pinjaman pada bank asing ketimbang bank lokal. Alasannya, bunga pinjaman bank asing lebih rendah dan tenor lebih panjang ketimbang bank lokal

Indomobil Finance Indonesia merupakan salah satu multifinance yang memanfaatkan fasilitas dari bank asing ini. Hingga akhir tahun nanti, multifinance ini membutuhkan dana Rp 3,5 triliun. Sebesar 35% akan berasal dari bank asing, 20% bank lokal dan 45% dari modal sendiri.

Gunawan, Direktur Indomobil Finance, menjelaskan bank asing membiayai multifinance dengan pola sindikasi.Ini menyebabkan tenor pinjaman bank asing lebih panjang ketimbang bank lokal. Saat ini Indomobil Finance mendapat pinjaman sindikasi dari 18 bank. "Di bank asing angsuran per tiga bulan sementara bank lokal satu bulan," ujarnya, Selasa (4/6).

Astra Sedaya Finance (ASF) juga kepincut asing. Dari 65% pendanaan perbankan, 26% di antaranya berasal dari bank asing.

Menurut Djony Bunarto Tjondro, Direktur Utama ASF, kebijakan tersebut merupakan diversifikasi pendanaan. Tujuannya, menekan biaya dana multifinance.

Maklum, selisih bunga pinjaman bank luar negeri dengan bank lokal bisa hingga 0,5% - 1%. "Jangan sampai biaya dana kami naik. Padahal tantangan multifinance tahun ini mempertahankan suku bunga," ujar Djony.

Kondisi berbeda terjadi di Adira Dinamika Multifinance. Anak usaha Bank Danamon ini tetap mengandalkan pendanaan dari induknya. Tahun lalu, total pembiayaan Adira Finance Rp 45,8 triliun. Sebesar Rp 22,5 triliun berasal dari Bank Danamon dan Rp 23,5 triliun dari pinjaman bank lain dan pasar modal.

Willy S. Dharma, Direktur Utama Adira Finance, mengatakan persentase dana dari bank asing hanya 10%. Pinjaman tersebut untuk menyeimbangkan pendanaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×