KEUANGAN
Berita
Setelah Bank Mandiri dan BCA, kini giliran Danamon

KERJA SAMA BANK

Setelah Bank Mandiri dan BCA, kini giliran Danamon


Telah dibaca sebanyak 4689 kali
Setelah Bank Mandiri dan BCA, kini giliran Danamon

JAKARTA. Perbankan ramai-ramai menggandeng maskapai penerbangan dalam mengembangkan bisnis kartu kredit dan transaksi pembayaran non tunai. Kerja sama ini berpotensi meningkatkan volume transaksi dan pendapatan komisi atau fee based income. Kesepakatan yang mereka jalin seperti fasilitas online payment untuk pemesanan tiket penerbangan, pembayaran melalui kartu kredit sampai kerja sama co-branding.

Setelah Bank Central Asia (BCA) dan Bank Mandiri, kini giliran Bank Danamon menggandeng Garuda Indonesia (Garuda). Nasabah Danamon bisa memesan tiket pesawat melalui ATM, online banking dan layanan internet banking. Direktur Konsumer Danamon, Michellina Triwardhany, mengatakan, tambahan fasilitas ini akan meningkatkan transaksi online. Saat ini, pembayaran melalui ATM Danamon masih di bawah 50%.

Selain dengan Garuda, bank milik Temasek itu juga tengah menjajaki kemitraan dengan Citilink dan maskapai lain. Namun, Danamon belum dapat memastikan waktunya. "Layanan ini untuk nasabah pebisnis ataupun pribadi yang mobilitasnya tinggi," kata Michellina, seusai peluncuran kerjasama, Kamis (26/7).

Untuk mendukung transaksi, Danamon akan menambah jaringan ATM hingga 1.500 ATM dan 550 cabang sampai akhir 2012. Sedangkan online banking mulai terlaksana pada September 2012.

Melalui berbagai upaya itu, Danamon menargetkan dalam 3 tahun - 4 tahun ke depan nasabah yang bertransaksi naik 30% dari 6 juta nasabah. Sedangkan volume transaksi tumbuh 15% per tahun.

Transaksi melalui ATM ini mendatangkan keuntungan. Antara lain, kontribusi fee income dan sumber dana pihak ketiga. Sebelumnya, Danamon membidik pertumbuhan fee income hingga 35% sampai tahun 2015. Selama semester I 2012, fee income tumbuh 23% menjadi Rp 2,2 triliun.

Pekan lalu, Bank Mandiri juga merangkul Citilink. EVP Coordinator Consumer Finance Bank Mandiri, Mansyur S. Nasution, mengatakan, pada tahap awal pihaknya menjajaki promo harga tiket lebih murah bagi nasabah kartu kredit Mandiri yang ingin terbang selama satu tahun dari Juli 2012 sampai Juli 2012. "Kerjasama ini mampu meningkatkan bisnis kartu kredit kami," kata dia.

Sampai akhir 2012, Mandiri menargetkan perolehan fee dari alat bayar plastik ini mencapai Rp 1,1 triliun. Jumlah kartu diperkirakan mencapai 2,9 juta kartu dengan nilai transaksi Rp 20 triliun. Hingga Juni 2012, bank berlambang pita emas ini menerbitkan 2,6 juta kartu kredit dengan volume transaksi Rp 8,3 triliun.

Senior Vice President Consumer Cards Bank Mandiri, Handayani, menambahkan, jika ada kecocokan dan berdampak positif, terbuka kemungkinan Bank Mandiri co-branding dengan Garuda.

BCA juga telah meluncurkan kartu kredit baru hasil co-branding dengan maskapai terkemuka asal Singapura, Singapore Airlines. BCA berharap, kartu kredit yang menyasar nasabah tajir tersebut membantu pencapaian target pertumbuhan transaksi sebesar 20% atau Rp 35 triliun pada tahun ini.

BCA akan menerbitkan 25.000 kartu kredit bertajuk BCA Singapore Airlines PPS Club Visa Infinite dan BCA Singapore Airlines KrisFlyer Visa Signature. "Dari kartu ini saja, kami mengincar volume transaksi Rp 600 miliar sampai akhir tahun," kata Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja.

Senior General Manager Kartu Kredit BCA, Santoso, menjelaskan, persyaratan memiliki kartu co-branding dengan Singapore Airlines tidak mudah. Syaratnya, pendapatan minimum Rp 120 juta per tahun untuk jenis Signature, dan Rp 600 juta per tahun untuk kartu Infinite. Iurannya Rp 500.000 - Rp 1 juta untuk kartu utama dan Rp 300.000 - Rp 600.000 untuk tambahan.

"Produk ini menjawab keinginan nasabah wealth management yang menginginkan hadiah, tidak melulu berupa uang tunai, tetapi penerbangan gratis," kata Santoso. n

Telah dibaca sebanyak 4689 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..