Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menargetkan perombakan besar terhadap struktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tak terkecuali sektor asuransi.
Dalam suatu acara ekonomi pada Rabu (11/2/2026), COO BPI Danantara, Dony Oskaria, mengatakan jumlah perusahaan asuransi BUMN akan dipangkas atau dikonsolidasikan dari 15 menjadi 3 entitas, yakni asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit.
Mengenai hal itu, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) mendukung kebijakan pemerintah dalam melakukan penataan dan penguatan ekosistem BUMN, termasuk melalui langkah konsolidasi di sektor asuransi.
Baca Juga: Danantara Dorong Penegasan Batas Asuransi Umum dengan Penjaminan
"Kebijakan itu merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah untuk menciptakan BUMN yang lebih sehat, kuat, dan berdaya saing, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan," ucap Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Brellian Gema Widayana kepada Kontan, Kamis (12/2).
Melalui penguatan struktur, sinergi antar entitas, serta efisiensi operasional, Gema berharap konsolidasi dapat menciptakan perusahaan asuransi yang lebih solid, memiliki kapasitas permodalan yang lebih kuat.
Ditambah, mampu memberikan layanan yang lebih optimal kepada masyarakat maupun lembaga negara.
Baca Juga: IFG Dorong Praktik Pengadaan Berintegritas untuk Perkuat Kepercayaan Pasar
Berdasarkan laporan keuangan di situs resmi perusahaan, Jasindo membukukan pendapatan premi sebesar Rp 4,01 triliun per akhir 2025. Adapun laba setelah pajak perusahaan tercatat sebesar Rp 226,06 miliar.
Sementara itu, aset tercatat sebesar Rp 15,16 triliun dan ekuitas sebesar Rp 3,26 triliun per akhir 2025.
Selanjutnya: Isu MSCI Tekan IHSG, MAMI: Ini Justru Peluang Beli Saham Bagus
Menarik Dibaca: Anti Pucat! Ini 4 Warna Lipstik yang Cocok untuk Kulit Kuning Langsat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













