Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unitlink berbasis saham masih berada dalam tekanan sepanjang Juni 2026. Di tengah pelemahan pasar saham domestik, rata-rata return unitlink saham mencatat kontraksi paling dalam dibandingkan jenis unitlink lainnya.
Berdasarkan data Infovesta, rata-rata return unitlink berbasis saham terkontraksi sebesar 5,50% pada Juni 2026. Penurunan tersebut lebih dalam dibandingkan Mei 2026 yang masih mencatat kontraksi sebesar 4,76%.
Kondisi itu membuat mayoritas produk unitlink saham membukukan kinerja negatif pada Juni 2026. Meski demikian, sejumlah produk masih mampu mencetak imbal hasil positif dan jauh di atas rata-rata industri.
Produk dengan return tertinggi pada Juni 2026 ditempati Manulife Dana Ekuitas Teknologi Kesehatan Global Dolar US milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia dengan return sebesar 6,32%.
Baca Juga: OJK Minta Bank Blokir 36.191 Rekening Judi Online, Jumlahnya Terus Bertambah
Posisi kedua diraih Excellink Global Equity Dollar milik PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk yang membukukan return 3,55%. Sementara itu, peringkat ketiga ditempati Excellink Global Aggressive Dollar dari perusahaan yang sama dengan return 3,42%.
Di posisi keempat terdapat USD Prime Emerging Market Equity Fund milik PT AIA Financial yang mencatatkan imbal hasil 1,96% pada Juni 2026.
Selanjutnya, posisi kelima ditempati Manulife Dana Ekuitas Asia Pasific - IDR milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia dengan return 1,77%.
Pada peringkat keenam terdapat Manulife Dana Ekuitas Global Dollar dari PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia yang membukukan imbal hasil 1,03%.
Sementara itu, posisi ketujuh ditempati Smartwealth Dollar Equity Global Artificial Intelligence Fund milik PT Asuransi Allianz Life Indonesia dengan return 0,66%.
Di posisi kedelapan terdapat PRUlink US Dollar Global Tech Equity Fund milik PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) yang mencetak return 0,60%.
Posisi kesembilan ditempati PRUlink US Dollar Global Tech Equity Income Fund dari PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) dengan return yang sama, yakni 0,60%.
Adapun posisi kesepuluh ditempati Manulife Dana Ekuitas Asia Pasific - USD milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia yang membukukan return 0,52% pada Juni 2026.
Baca Juga: ASABRI Berharap Bisa Dapatkan Aset Sitaan Kasus Korupsi untuk Tambahan Modal
IHSG Masih Menekan Kinerja Unitlink Saham
Head of Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, pelemahan kinerja unitlink saham tidak terlepas dari tekanan yang masih membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
"Seiring IHSG yang masih dalam tekanan, kinerja unitlink saham juga negatif," katanya kepada Kontan, Selasa (7/7/2026).
Menurut Wawan, prospek unitlink berbasis saham dalam waktu dekat juga diperkirakan masih menghadapi tantangan. Hal itu sejalan dengan kondisi pasar modal Indonesia yang belum menunjukkan penguatan secara signifikan.
Selain unitlink saham, produk unitlink berbasis campuran juga mencatatkan kinerja negatif. Berdasarkan data Infovesta, rata-rata return unitlink campuran terkontraksi 3,03% pada Juni 2026.
Unitlink pendapatan tetap juga mengalami tekanan dengan rata-rata return minus 0,79% pada periode yang sama.
Di sisi lain, unitlink berbasis pasar uang menjadi satu-satunya kategori yang masih mampu membukukan kinerja positif. Rata-rata return unitlink pasar uang tercatat sebesar 0,27% pada Juni 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














