Sumber: KONTAN |
JAKARTA. Krisis keuangan global yang mulai meruyak tahun lalu telah berimbas pada kinerja perusahaan asuransi jiwa lokal. Kinerja perusahaan asuransi jiwa tahun 2008 lalu menjadi kinerja terburuk selama 10 tahun terakhir.
Direktur Biro Riset Infobank Eko B. Supriyanto menyatakan, asuransi jiwa terpuruk karena menempatkan dana di instrumen investasi berisiko. "Mereka gagal meningkatkan hasil investasi bagi pemegang polis, terutama bagi nasabah produk unitlink," kata Eko dalam acara pengumuman Rating 126 Asuransi versi Infobank.
Pertumbuhan tahunan premi bruto asuransi jiwa pada 2008 hanya 8,88%. Sementara nilai investasi merosot 1,30% dan laba anjlok 29,13%. "Musim panen perolehan premi asuransi jiwa hanya dirasakan tahun 2007," ujar Eko. Bahkan, Eko yakin, tahun ini, pertumbuhan premi industri asuransi jiwa hanya berkisar 5%.
Pengamat asuransi Alberto Hanani menilai, buruknya kinerja asuransi jiwa di tahun 2008 tidak semata-mata disebabkan oleh keinginan pengelola asuransi mengejar laba. Ia mengingatkan, asuransi juga merupakan korban dari krisis keuangan global. "Saat ini sulit sekali memprediksi pasar, apalagi kalau sistem manajemen risiko yang ada di perusahaan asuransi itu tumpul," jelasnya.
Alberto menegaskan, perusahaan asuransi jiwa masih memainkan peran penting sebagai penyedia sarana menabung dan investasi jangka panjang bagi masyarakat. Yang terpenting adalah, bagaimana masyarakat dididik agar sadar haknya sebagai nasabah. "Pemerintah juga diharapkan peranannya untuk menata institusi asuransi jiwa supaya tidak sembarangan dalam mengelola tabungan atau dana masyarakat," tutur Alberto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













