kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Inklusi Keuangan Belum Merata, Penyandang Disabilitas Perlu Akses Setara


Jumat, 30 Januari 2026 / 14:59 WIB
Inklusi Keuangan Belum Merata, Penyandang Disabilitas Perlu Akses Setara
ILUSTRASI. Ilustrasi Disabilitas (KOMPAS.COM/GARRY ANDREW LOTULUNG)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengelolaan keuangan menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Mulai memenuhi kebutuhan dasar hingga mempersiapkan masa depan.

Namun, akses terhadap pemahaman keuangan yang memadai belum selalu dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Termasuk penyandang disabilitas.

Berangkat dari kondisi tersebut, isu literasi dan inklusi keuangan kembali mendapat perhatian. Perusahaan fintech, Kelas Pintar kali ini menggandeng Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) sebagai mitra.

Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan pemahaman seputar pengelolaan keuangan sehari-hari, kesiapan finansial sebelum mengambil pinjaman, pengenalan layanan pinjaman digital yang legal dan berizin, hingga potensi risiko jika tidak bijak dalam meminjam. Selain itu, peserta diajak  mengenali berbagai modus penipuan yang kerap menyasar masyarakat.

Head of Brand & Communications Kredit Pintar, Puji Sukaryadi menyampaikan, kegiatan ini bertujuan membuka ruang belajar keuangan yang inklusif bagi semua kalangan. Menurutnya, setiap orang memiliki hak yang sama untuk memahami keuangan dan mengambil keputusan finansial secara lebih percaya diri.

Baca Juga: Akulaku Menilai Pembiayaan Multiguna Berpotensi Jadi Penopang Industri Pembiayaan

Sementara itu, Ketua Umum PPDI, Norman Yulian menilai, pemahaman keuangan yang baik dapat membantu penyandang disabilitas mengambil keputusan yang lebih mandiri dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Norman, kolaborasi lintas pihak menjadi penting untuk memastikan inklusi keuangan dapat dirasakan secara menyeluruh.

Kelas Pintar Bersama merupakan salah satu program literasi keuangan yang telah berjalan sejak 2022. Hingga Januari 2026, program ini menjangkau lebih dari 3.200 peserta di 43 kota.

Adapun dari sisi penyaluran pinjaman, sepanjang 2025 Kredit Pintar mencatatkan penyaluran pinjaman lebih dari Rp 9,5 triliun. Sejak berdiri pada 2017, total akumulasi pinjaman Kredit Pintar lebih dari Rp 60,5 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×