kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

AAJI akan mengembangkan asuransi mikro


Jumat, 03 Mei 2013 / 11:52 WIB
ILUSTRASI. Mitsubishi menyediakan obat ganteng alias aksesori resmi untuk mendongkrak tampilan Xpander facelift. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa |

JAKARTA. Pasar masyarakat menengah ke bawah ternyata dianggap menarik juga untuk asuransi asuransi jiwa.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyatakan sedang menjajaki satu produk asuransi mikro yang bisa digarap semua perusahaan.

"Mirip seperti produk TabunganKu di perbankan," jelas Direktur Eksekutif Benny Waworuntu, di The Plaza, Jumat, (3/5).

Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah mendiskusikan hal ini ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). AAJI dengan OJK pun sudah melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya asuransi ke masyarakat. Selain itu, AAJI juga akan bekerja sama dengan instansi seperti koperasi atau lembaga keuangan lain untuk tepat memasarkan industri tersebut.

Benny menyebut bahwa asuransi mikro harus bersifat murah dan sederhana. Sehingga, diharapkan nantinya bisa menjangkau semua masyarakat Indonesia. "Kita bersama punya keinginan produk bersama ini bisa ramai masuk," ujarnya.

Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim mengatakan, asuransi mikro ini gencar dibicarakan sejak adanya seminar World Bank tahun 2011. Namun diakuinya, saat ini memang belum besar karena belum semua perusahaan asuransi jiwa masuk ke situ. Saat ini saja, baru ada 4 perusahaan asuransi yang memiliki asuransi mikro ini seperti Allianz, Jiwasraya, Bumiputera, dan Avrist.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×