Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) melakukan persiapan organik untuk naik kelas ke kelompok berdasarkan modal inti (KBMI) 2, menyusul wacana penghapusan KBMI 1 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Mengingatkan saja, akhir tahun lalu OJK mengumumkan rencana penghapusan KBMI 1 sebagai langkah memperkuat fundamental bank dalam kelompok ini.
Untuk dapat naik kelas ke KBMI 2, OJK mendorong bank untuk melakukan penambahan modal baik secara anorganik melalui konsolidasi ataupun secara organik dengan penambahan modal.
Sebagai salah satu penghuni KBMI 1, Bank Ina turut melakukan persiapan. Hingga Maret 2026, modal inti Bank Ina mencapai Rp 2,81 triliun. Asal tahu saja, untuk masuk ke KBMI 2, bank harus memiliki modal inti minimal Rp 6 triliun.
Baca Juga: Laba Bank INA (BINA) Melonjak 268% pada Kuartal I-2026, Ini Penopangnya
Wakil Direktur Utama Bank Ina, Yulius Purnama Junaedi, menyebut, hingga saat ini pihaknya masih memantau timeline yang telah diberikan oleh OJK terkait rencana tersebut. Memang, hingga kini OJK belum menelurkan aturan resmi untuk menghapus KBMI 1.
Kendati begitu, Yulius bilang pihaknya telah berkoordinasi dengan pemegang saham. Saat ini, ia mengaku Bank Ina telah menyusun sejumlah aksi korporasi untuk memenuhi imbauan OJK.
“Yang pasti Bank Ina komitmen untuk mengikuti ketentuan yang ada, untuk penambahan modal dan untuk menjadi bank KBMI 2,” ujar Yulius dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Lebih lanjut, Yulius menyebut asa naik kelas ke KBMI 2 ini bakal coba dicapai bank secara organik. “Kemungkinan besar kami akan melakukan secara organik,” sebutnya.
Baca Juga: Binadigital Bank INA Luncurkan Fitur Investasi Emas Digital
Yang terdekat, Yulius menyebutkan soal rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu alias private placement sebanyak-banyaknya 80 juta saham dengan nilai Rp 100 per saham.
Jumlah tersebut setara maksimal 1,30% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
Namun, rencana ini masih menanti restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Independen yang dijadwalkan dilaksanakan pada 5 Juni 2026 mendatang.
Secara umum, Yulius bilang ini dilakukan utamanya untuk memperkuat modal bank. Maklum, modal inti bank dalam periode ini memang turun dari posisi Rp 3,35 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













